Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ekspor Batu Bara ke India Melemah, Pemerintah Diminta Diversifikasi Pasar

Desi Rossilawati
Kamis, 8 Mei 2025 | 20:20 WIB
Bagikan
Ekspor Batu Bara ke India Melemah, Pemerintah Diminta Diversifikasi Pasar
VISI.NEWS | JAKARTA - Ketegangan antara India dan Pakistan dinilai berpotensi mengganggu ekspor batu bara Indonesia, terutama karena kedua negara tersebut merupakan pasar utama komoditas energi nasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI, Mukhtarudin. Menurut Mukhtarudin, konflik berkepanjangan dapat memperburuk rantai pasok global dan menekan permintaan dari India yang pada 2022 mencatat nilai impor batu bara dari Indonesia sebesar US$23,4 miliar. Ia memperingatkan bahwa pendapatan devisa nasional bisa terdampak jika situasi tak kunjung membaik. "Artinya, jika konflik meningkat, ekspor batu bara dan komoditas lain seperti minyak sawit bisa terganggu, dan ini saya kira tentu mengurangi pendapatan devisa," ujarnya, Kamis (8/5/2025). Meski per Mei 2025 belum terlihat dampak langsung terhadap ekspor, penurunan permintaan yang terjadi sebesar 31,42% secara tahunan (YoY) ke India, menurut Mukhtarudin lebih dipengaruhi faktor musiman dan kebijakan domestik di negara tujuan. "Tetapi risiko penurunan permintaan meningkat jika konflik berlarut," tambahnya. Ia menekankan pentingnya Indonesia melakukan diversifikasi pasar dan mempercepat hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa konflik tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mengganggu arus ekspor batu bara ke India. Ia optimistis negara tersebut tetap membutuhkan pasokan energi dari Indonesia. "Pasti mereka butuh batu bara kita kan, nggak ada masalah. Kalau kita melihat di sini belum ada terganggu apa-apa," ujar Bahlil. Pemerintah pusat dan legislatif sepakat untuk terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan dampaknya terhadap sektor energi dan ekspor nasional. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.