Eks Artis Terseret Kasus Scammer Internasional Solo Baru

Desi Rossilawati
Selasa, 2 Juni 2026 | 13:04 WIB
Bagikan
Eks Artis Terseret Kasus Scammer Internasional Solo Baru

Ilustrasi./visi.news/iStock.

VISI.NEWS | SEMARANG - Terungkapnya identitas perempuan berinisial F dalam kasus jaringan penipuan daring internasional di Solo Baru, Sukoharjo, menambah perhatian publik terhadap pengungkapan perkara yang disebut meraup keuntungan hingga Rp41 miliar.

Sosok tersebut diketahui adalah Fabiola Elizabeth Agnes, mantan artis yang juga pernah menjadi istri personel boyband Smash, Reza.

Kepastian identitas F disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto. Menurutnya, perempuan tersebut memang merupakan sosok yang sebelumnya disebut aparat sebagai mantan artis yang terlibat dalam operasional jaringan penipuan lintas negara tersebut.

"(Apakah benar model berinisial F adalah Fabiola mantan istri Reza Smash?) Bisa dibenarkan," kata Artanto dalam keterangannya dikutip, Selasa (2/6/2026).

Dalam konteks kasus ini, peran Fabiola dinilai cukup penting karena disebut telah terlibat sejak awal kegiatan penipuan berlangsung. Berdasarkan keterangan penyidik, ia bertugas sebagai model yang melakukan panggilan video untuk meyakinkan korban sehingga memperkuat skenario pendekatan emosional yang digunakan pelaku.

"(Sudah tahu dan menjadi model dari awal?) Betul," ucapnya.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah sebelumnya mengungkap praktik penipuan yang dijalankan melalui PT Digi Global Konsultan di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Perusahaan tersebut diduga menjadi basis operasional jaringan scammer internasional yang menjalankan penipuan secara terorganisasi.

Direktur Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Himawan Susanto Saragih menjelaskan bahwa tersangka berinisial F berperan dalam melayani panggilan video sesuai permintaan korban.

"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Himawan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan penipuan modern memanfaatkan berbagai metode untuk membangun kepercayaan korban, termasuk menggunakan figur dengan penampilan yang dianggap meyakinkan. Sementara itu, proses hukum terhadap para tersangka masih terus berjalan untuk mengungkap keseluruhan jaringan dan peran masing masing pihak dalam perkara tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.