Eddy Soeparno Dukung Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk RM Margono Djojohadikusumo
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 11 November 2024 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA -Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek dari Prabowo Subianto. Menurut Eddy, RM Margono merupakan tokoh penting yang berperan sebagai penggagas pendirian lembaga keuangan yang tidak hanya menjadi dasar stabilitas ekonomi Indonesia, tetapi juga memperkuat kedaulatan negara.
"Sebagai mantan bankir, saya mendukung penuh pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk RM Margono Djojohadikusumo. Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa RM Margono dengan semangat kebangsaan yang kuat memimpin upaya mendirikan Bank Sentral Indonesia di republik yang baru merdeka," ucap Eddy dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).
"Setelah Proklamasi kemerdekaan salah satu tantangan berat yang dihadapi adalah kedaulatan di bidang ekonomi. Apalagi saat itu Bank Sentral Belanda De Javasche Bank jelas-jelas menolak kedaulatan Indonesia sebagai bangsa merdeka. Dengan mandat dari Bung Karno dan Bung Hatta, RM Margono berhasil mendirikan Bank Sentral pertama Indonesia di tengah keterbatasan pemerintah yang baru merdeka dan masih menghadapi tekanan penjajah Belanda," lanjutnya.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menilai usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada RM Margono Djojohadikusumo sangat tepat, mengingat peran pentingnya dalam membentuk Bank Sentral Indonesia dan menjadi pemimpin pertama lembaga tersebut.
"Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung waktu itu RM Margono berperan aktif mengusulkan hingga akhirnya mendirikan Bank Negara Indonesia pada 5 Juli 1946. Karena terobosan itulah, beliau diangkat oleh Bung Karno menjadi Dirut pertamanya hingga tahun 1950. RM Margono menjadi pionir dalam menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa sekaligus meletakkan dasar-dasar kebijakan perbankan dalam sistem ekonomi Indonesia," lanjut Eddy.
Dengan pengalaman 27 tahun di bidang perbankan dan keuangan internasional, Eddy mengungkapkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi RM Margono saat memimpin Bank Sentral di Indonesia yang baru merdeka.
"Pak RM Margono dihadapkan pada situasi sulit tekanan ekonomi Belanda yang menolak kedaulatan Indonesia. Di sisi lain beliau juga harus memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan di masyarakat yang waktu itu mayoritas masih buta huruf," tuturnya.
"Situasi itu beliau lalui dengan luar biasa hingga di bawah kepemimpinannya BNI menerbitkan Oeang Republik Indonesia pada September 1946. Selain itu BNI juga aktif memberikan kredit dan juga mempersiapkan skema simpanan pada masyarakat," sambungnya.
Eddy Soeparno menyatakan siap untuk mendukung penuh upaya sosialisasi mengenai usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada RM Margono Djojohadikusumo. Ia berkomitmen untuk memperkenalkan jasa dan kontribusi RM Margono kepada masyarakat serta pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan.
"Semua kajian yang sudah dan sedang dilaksanakan mengenai usulan RM Margono sebagai hari Pahlawan Nasional akan terus kami dukung dan fasilitasi untuk disampaikan langsung pada pihak-pihak terkait sebagai pengambil kebijakan," tutup Eddy. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!