Dusit Princess Ipoh Dibuka 1 Oktober
Kamar Deluxe Queen di Dusit Princess Ipoh, dilengkapi kenyamanan modern dan karya seni bernuansa lokal yang mencerminkan karakter khas kota. /visi.news/ist
VISI.NEWS — Kota Ipoh, Perak, Malaysia, bersiap menyambut kehadiran Dusit Princess Ipoh pada 1 Oktober 2026. Hotel dengan 268 kamar ini menjadi properti bermerek ketiga Dusit International di Malaysia sekaligus menawarkan akses strategis bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan sejarah, kuliner, budaya, dan bentang alam khas kota tersebut.
Dusit Hotels and Resorts, lini perhotelan Dusit International, perusahaan asal Thailand yang bergerak di bidang pengembangan hotel dan properti, akan membawa karakter keramahan khas Thailand melalui Dusit Princess Ipoh. Properti tersebut sebelumnya telah beroperasi dan kini hadir dengan identitas baru di bawah merek Dusit Princess.
Berada sekitar 200 kilometer di sebelah utara Kuala Lumpur, Ipoh memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari ledakan industri pertambangan timah pada akhir abad ke-19. Perkembangan tersebut menjadikan Ipoh salah satu pusat perdagangan penting di kawasan Perak dan meninggalkan warisan arsitektur serta budaya yang hingga kini masih menjadi bagian dari identitas kota.
Di kawasan kota tua, jejak masa lalu dapat ditemukan melalui deretan ruko peninggalan era kolonial, kopitiam tradisional, serta berbagai usaha lokal yang masih mempertahankan karakter lama Ipoh. Suasana tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi Malaysia yang lebih autentik dan tidak hanya berfokus pada destinasi perkotaan modern.
Daya tarik Ipoh juga semakin kuat melalui tradisi kulinernya. Kota ini dikenal dengan keberagaman makanan yang lahir dari pertemuan berbagai budaya, mulai dari restoran dim sum yang telah lama berdiri hingga kopi putih Ipoh atau Ipoh white coffee yang memiliki cita rasa khas karena secara tradisional bijinya dipanggang menggunakan margarin.
Tidak jauh dari pusat kota, wisatawan juga dapat menemukan lanskap Kinta Valley yang didominasi formasi batu kapur dramatis dan kuil-kuil gua. Perpaduan antara warisan sejarah, kuliner, religi, dan alam tersebut menjadikan Ipoh sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman perjalanan berlapis.
Dalam konteks itulah Dusit Princess Ipoh diposisikan sebagai basis bagi wisatawan untuk menjelajahi kota dan kawasan sekitarnya.
Hotel ini dimiliki oleh Plenitude Berhad, kelompok usaha yang tercatat di Bursa Malaysia dan memiliki bisnis di bidang pengembangan properti, investasi properti, serta perhotelan.
Lokasinya berada di sisi Perak Turf Club, salah satu pusat pacuan kuda thoroughbred yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan kota. Dari hotel, perjalanan menuju pusat Kota Ipoh dapat ditempuh kurang dari lima menit menggunakan kendaraan.
Sementara itu, Sultan Azlan Shah Airport berada sekitar 10 menit dari hotel. Bandara tersebut menyediakan penerbangan langsung dari Singapura sehingga memberikan akses yang relatif mudah bagi wisatawan internasional.
Dari sisi akomodasi, Dusit Princess Ipoh menyediakan lima kategori kamar. Pilihan tersebut dimulai dari Superior Room seluas 25 meter persegi hingga Family Suite dengan luas mencapai 58 meter persegi.
Setiap kamar dirancang dengan menggabungkan kenyamanan modern dan sentuhan lokal. Sejumlah kamar menawarkan pemandangan ke arah Perak Turf Club maupun cakrawala kota.
Fasilitas kamar mencakup Wi-Fi berkecepatan tinggi, smart TV, perlengkapan tempat tidur berkualitas, brankas, serta area kerja khusus. Untuk wisatawan yang melakukan perjalanan lebih lama maupun keluarga yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar, Family Room dan Family Suite dilengkapi kitchenette.
Kelengkapan fasilitas juga menjadi salah satu fokus hotel. Tersedia kolam renang luar ruangan, Kids Club, fasilitas laundry mandiri, kamar yang dapat diakses penyandang disabilitas, ruang ibadah, serta Wi-Fi berkecepatan tinggi secara gratis di seluruh area hotel.
Bagi tamu yang ingin menjaga rutinitas kebugaran selama perjalanan, hotel menyediakan pusat kebugaran seluas sekitar 6.580 kaki persegi dengan berbagai fasilitas olahraga dan jam operasional yang diperpanjang.
Pengalaman bersantap menjadi bagian lain yang ditawarkan kepada para tamu.
The Atrium, restoran sepanjang hari yang mendapat pencahayaan alami, menawarkan pemandangan perbukitan batu kapur Ipoh dan lanskap kota. Restoran ini menyajikan sarapan prasmanan dengan berbagai makanan lokal dan regional, termasuk nasi lemak, roti canai, kway teow goreng, dan dim sum.
Pilihan sarapan juga dilengkapi menu kontinental. Sepanjang hari, tamu dapat memilih hidangan lokal maupun internasional sesuai kebutuhan.
Di area lobi, sebuah kedai kopi menyediakan pilihan teh spesial, kopi, dan jus, bersama berbagai pastry serta hidangan penutup.
Tidak hanya menyasar wisatawan individu dan keluarga, Dusit Princess Ipoh juga disiapkan untuk kebutuhan bisnis dan berbagai kegiatan kelompok.
Hotel tersebut memiliki tiga ruang fleksibel dengan total area acara sekitar 964 meter persegi. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pertemuan, konferensi, pernikahan, maupun acara sosial.
Ruang utama adalah Kinta Ballroom dengan luas 496,8 meter persegi. Ruang tersebut mampu menampung hingga 400 orang dalam konfigurasi teater atau 300 orang dalam pengaturan meja bundar.
Kinta Ballroom dilengkapi layar LED, sistem tata suara dinamis, serta pencahayaan yang dapat disesuaikan. Dua ruang pendukung, yakni Kampar Hall seluas 383 meter persegi dan Gopeng Room seluas 84 meter persegi, memberikan pilihan tempat untuk acara dengan skala lebih kecil.
Chief Executive Officer Dusit International Chanin Donavanik mengatakan Dusit Princess Ipoh dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen, mulai dari wisatawan rekreasi, keluarga, tamu bisnis, delegasi pemerintah, hingga kelompok yang menggelar acara.
Menurutnya, kehadiran hotel tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan karakter keramahan Dusit Princess kepada kota yang memiliki identitas kuat dan daya tarik wisata yang telah terbentuk.
“Dengan akomodasi dan fasilitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan rekreasi, keluarga, tamu bisnis, delegasi pemerintah, dan kelompok acara, Dusit Princess Ipoh merupakan peluang menarik untuk memperkenalkan karakter keramahan Dusit Princess kepada kota dengan identitas yang begitu kuat dan daya tarik yang telah mapan,” kata Chanin.
Ia juga menyoroti potensi pariwisata Perak. Pada 2025, Perak tercatat menerima 23,6 juta wisatawan domestik dan menjadi salah satu dari tiga negara bagian yang paling banyak dikunjungi di Malaysia.
Menurut Chanin, tingginya permintaan wisata tersebut, ditambah akses Ipoh yang relatif mudah dari Kuala Lumpur dan Singapura, memberikan peluang bagi kota tersebut untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional.
Melalui kerja sama dengan Plenitude Berhad, Dusit International berharap dapat mengoptimalkan potensi properti yang telah memiliki kehadiran di Ipoh sekaligus membantu wisatawan terhubung lebih dekat dengan karakter destinasi.
Sementara itu, Non-Independent Non-Executive Chairman Plenitude Berhad Elsie Chua mengatakan perubahan identitas menjadi Dusit Princess Ipoh menjadi babak baru bagi properti tersebut maupun portofolio perhotelan perusahaan.
Menurutnya, pengalaman dan keberadaan properti selama ini di Ipoh menjadi fondasi untuk menghadirkan merek internasional sekaligus mempertahankan karakter lokal.
“Dusit Princess Ipoh menandai babak baru bagi properti yang telah lama berdiri ini dan bagi portofolio perhotelan Plenitude. Berangkat dari keberadaan properti yang telah lama hadir di Ipoh, kami senang dapat membawa kehangatan keramahan khas Thailand melalui merek internasional yang dikenal, sembari tetap merangkul karakter, budaya, dan cita rasa lokal yang membuat Ipoh unik,” ujar Elsie.
Hotel ini juga tidak ingin sekadar menjadi tempat bermalam. Melalui program Discover the Soul of Ipoh, para tamu akan mendapatkan berbagai pilihan aktivitas yang dirancang untuk mengenalkan sisi lokal kota.
Program tersebut mencakup pengalaman yang berkaitan dengan warisan budaya, kuliner, alam, kesehatan dan kebugaran, serta kegiatan keluarga.
Wisatawan dapat mengikuti tur fotografi menyusuri jalan-jalan bersejarah Ipoh, mengunjungi perkebunan pomelo Tambun, serta menjelajahi kuil-kuil yang berada di dalam gua batu kapur.
Pengalaman kuliner juga menjadi bagian penting. Tamu dapat mengikuti food trail untuk mengenal kopi putih Ipoh dan berbagai makanan penutup tradisional yang menjadi bagian dari warisan kuliner kota.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal kerajinan lokal, tersedia pula lokakarya Labu Sayong, kerajinan tradisional khas Perak yang menggunakan teknik pembuatan tembikar.
Sementara keluarga dapat mengikuti kelas memasak bersama. Pada malam hari, tersedia pula kegiatan eksplorasi kehidupan liar yang menawarkan pengalaman berbeda dari wisata kota pada umumnya.
Lokasi hotel membuat berbagai destinasi populer dapat dijangkau dengan relatif mudah. Wisatawan dapat menuju Ipoh Old Town, termasuk Concubine Lane, gang bersejarah yang kini dipenuhi toko-toko kecil dan pedagang.
Kong Heng Square juga menjadi salah satu tujuan yang dapat dijelajahi. Kawasan heritage yang telah dipugar tersebut kini menjadi tempat berbagai usaha independen.
Area kuliner dan kawasan komersial lokal juga berada dalam jangkauan dari hotel.
Untuk merayakan pembukaannya, Dusit Princess Ipoh menawarkan tarif mulai RM230 atau sekitar 57 dolar AS per kamar per malam. Penawaran tersebut sudah termasuk kredit makanan dan minuman senilai RM50 atau sekitar 12 dolar AS setiap hari.
Promo berlaku untuk periode menginap mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026, dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.
Kehadiran Dusit Princess Ipoh pada akhirnya tidak hanya menambah pilihan akomodasi di Perak. Pembukaan hotel ini juga hadir ketika Ipoh semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan kombinasi antara sejarah, kuliner, budaya, dan alam dalam satu perjalanan.
Bagi wisatawan yang selama ini menjadikan Kuala Lumpur sebagai pintu masuk utama Malaysia, Ipoh menawarkan alasan untuk memperpanjang perjalanan ke utara.
Kota tua, jejak sejarah pertambangan timah, kopi putih, makanan tradisional, kuil gua, dan perbukitan batu kapur menjadi bagian dari pengalaman yang coba dirangkum melalui kehadiran hotel baru tersebut.
Dengan lokasi strategis, fasilitas untuk perjalanan singkat maupun panjang, serta program yang menghubungkan tamu dengan masyarakat dan budaya setempat, Dusit Princess Ipoh diposisikan bukan sekadar sebagai tempat menginap, tetapi sebagai salah satu pintu masuk untuk mengenal lebih jauh wajah Ipoh dan Perak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!