Dugaan Pungli di SMKN 13 Bandung, Dedi Mulyadi: Standar Nasional Harus Ditegakkan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 23 Mei 2025 | 13:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan adanya pungutan hingga Rp 5,5 juta per siswa kelas 11 di SMK Negeri 13 Kota Bandung oleh pihak komite sekolah.
"Kita nanti Inspektorat lakukan pemeriksaan lebih mendalam," ujar Dedi saat di Gedung DPRD Jabar, Kamis (22/5/2025) malam.
Dedi menyatakan bahwa semua bentuk penyimpangan di sektor pendidikan, terutama yang berpotensi membebani orangtua siswa, akan diproses sesuai aturan.
"Setiap pungli pasti kita tindaklanjuti, setiap bentuk tindakan penyimpangan akan kita proses," tegasnya.
Menanggapi alasan pihak komite sekolah yang menyebut dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak mencukupi, Dedi menilai argumen tersebut bersifat subjektif dan tidak dapat dijadikan pembenaran.
"Kalau dana BOS kurang berdasarkan perspektif personal, tidak bisa, kan standarisasi nasional. Ukurannya adalah nasional. Kalau dia kurang, semua juga kurang tapi kan tidak disebut kurang oleh pihak-pihak lain," tegasnya.
Sebelumnya, anggota DPR RI Ono Surono mengungkap adanya dugaan pungli sebesar Rp 5,5 juta per siswa di SMKN 13 Bandung. Ketua Komite Sekolah, Belinda Y Dwiyana, membenarkan adanya permintaan sumbangan dari orangtua murid, namun menyatakan bahwa kontribusi tersebut tidak bersifat wajib dan besarannya tidak dipatok secara mutlak.
Belinda menjelaskan bahwa dana BOS yang diterima sekolah hanya mencakup sekitar 40 persen dari total kebutuhan operasional tahunan, yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Karena itu, pihak sekolah mendorong partisipasi orangtua untuk membantu pembiayaan program praktikum dan kebutuhan lainnya.
"Angka saya serahkan kepada orangtua murid. Kita punya kebutuhan sekian. Silakan berapa pun. Memang saya harus membuat waktu itu surat pernyataan yang di mana supaya saya bisa menghitung program kerja, berapa dana yang kira-kira akan masuk. Jadi itu ada yang Rp 5,5 juta, ada yang cuma Rp 500.000, ada yang Rp 1 juta," kata Belinda. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!