Duduk Santai, Bangun di Bandung Bersama KA Sangkuriang

ED
PN
Minggu, 19 Juli 2026 | 13:12 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS - Ada sensasi berbeda ketika kereta perlahan meninggalkan Stasiun Sidoarjo, Jawa Timur, pada pukul 20.20 WIB. Di balik jendela, hiruk-pikuk kota industri berganti dengan hamparan sawah, pegunungan, kota-kota bersejarah, hingga bentang alam khas Jawa Timur sebelum akhirnya tiba di Stasiun Bandung, pada pukul 08.30 WIB keesokan harinya. Selama sekitar 12 jam perjalanan, penumpang tidak perlu berganti kereta atau transit di kota lain.

Beroperasi sejak 1 Mei 2026, KA Sangkuriang menjadi salah satu layanan kereta api jarak jauh terbaru PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menghubungkan Bandung dengan Banyuwangi melalui jalur selatan Pulau Jawa. Dengan panjang lintasan sekitar 1.002 kilometer, kereta ini menawarkan pengalaman perjalanan yang praktis sekaligus nyaman bagi masyarakat yang ingin menuju ujung timur Pulau Jawa.

Kereta ini berangkat dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, dan melintasi sejumlah kota besar seperti Jember, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya Gubeng, Jombang, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kroya, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Cipeundeuy, hingga berakhir di Stasiun Bandung.

Sebaliknya, perjalanan dari Bandung menuju Banyuwangi dimulai pukul 14.45 WIB dan tiba di Bandung sekitar pukul 06.30 WIB keesokan harinya.

Bagi wisatawan, perjalanan ini bukan hanya soal berpindah kota, tetapi juga menikmati perubahan panorama sepanjang jalur selatan. Penumpang dapat menyaksikan pegunungan Priangan, persawahan Jawa Tengah, kawasan budaya Yogyakarta dan Solo, hingga perkebunan dan hutan di wilayah timur Jawa menjelang Banyuwangi.

KA Sangkuriang menawarkan tiga pilihan kelas, yakni Ekonomi Premium dengan tarif mulai Rp500.000, Eksekutif Rp750.000, dan Suite Compartment Rp2.500.000. Seluruh rangkaian dilengkapi pendingin udara, stopkontak di setiap kursi, meja lipat, toilet ramah lingkungan, gantungan barang, serta kereta makan yang melayani kebutuhan penumpang selama perjalanan.

Pada kelas Eksekutif tersedia kursi reclining dan revolving yang dapat direbahkan maupun diputar, sedangkan Suite Compartment menghadirkan ruang privat dengan tingkat kenyamanan lebih tinggi bagi penumpang yang menginginkan pengalaman perjalanan premium.

Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun situs resmi KAI sehingga calon penumpang dapat memilih jadwal, kelas, dan kursi sesuai kebutuhan.

Perjalanan Nyaman Tanpa Harus Transit

Keunggulan utama KA Sangkuriang adalah perjalanan langsung tanpa harus berganti kereta. Bagi banyak penumpang, hal ini membuat perjalanan menjadi lebih praktis, terutama untuk mereka yang membawa banyak barang atau bepergian bersama keluarga.

Untung Sumarsono, seorang wirausahawan asal Bandung, yang tengah wisata gowes ke beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur mengaku memilih KA Sangkuriang karena memberikan kemudahan yang sebelumnya sulit diperoleh.

"Biasanya kalau ke Banyuwangi saya harus transit, pindah kereta dan mengatur ulang barang bawaan. Sekarang jauh lebih praktis karena cukup naik sekali sampai tujuan. Perjalanan memang panjang, tetapi terasa lebih santai karena tidak perlu terburu-buru mengejar kereta lanjutan," ujar Untung.

Menurutnya, perjalanan sore hingga pagi hari juga menjadi nilai tambah karena waktu siang masih dapat dimanfaatkan untuk bekerja sebelum berangkat.

"Saya bisa tetap menyelesaikan pekerjaan di Bandung, lalu sore berangkat. Begitu tiba di tujuan pagi hari, saya masih punya waktu penuh untuk melanjutkan perjalanan wisata," katanya.

Hal senada disampaikan Edi Sudjono, mantan bagian teknologi informasi (IT) di sebuah perusahaan multinasional. Ia menilai KA Sangkuriang menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dibandingkan harus berkendara sendiri dalam jarak sangat jauh.

"Perjalanan lebih dari seribu kilometer tentu melelahkan kalau harus menyetir sendiri. Dengan kereta, saya bisa membaca buku, menikmati pemandangan, beristirahat, bahkan tidur dengan lebih nyaman. Saat tiba di Banyuwangi, kondisi tubuh juga masih segar," ujar Edi, pegowes lainnya.

Ia juga mengapresiasi ketepatan jadwal dan fasilitas yang tersedia selama perjalanan.

"Adanya stopkontak, pendingin ruangan yang nyaman, kursi yang cukup lega, hingga kereta makan membuat perjalanan belasan jam terasa jauh lebih menyenangkan. Menurut saya, ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan darat tanpa rasa lelah berlebihan."

Menikmati Pulau Jawa dari Balik Jendela Kereta

Bagi sebagian orang, KA Sangkuriang bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Dalam satu perjalanan, penumpang dapat menikmati perubahan bentang alam Pulau Jawa yang berlangsung perlahan dari siang hingga pagi hari.

Dari pegunungan hijau Priangan, persawahan di Jawa Tengah, keramaian kota Yogyakarta dan Solo saat malam, hingga kawasan perkebunan serta hutan di Jawa Timur menjelang matahari terbit, setiap lintasan menghadirkan suasana yang berbeda.

Setibanya di Ketapang, perjalanan pun belum harus berakhir. Stasiun ini menjadi pintu gerbang menuju berbagai destinasi wisata unggulan Banyuwangi seperti Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Baluran, hingga penyeberangan menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

Dengan konsep perjalanan langsung tanpa transit, fasilitas lengkap, serta rute yang melintasi berbagai kota dan panorama terbaik di Pulau Jawa, KA Sangkuriang menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang mengutamakan kenyamanan sekaligus ingin menikmati pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.