Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dua Tahun Berlalu, Para Gadis Remaja Afghanistan Serukan Lebih Keras Hak Mereka atas Pendidikan

ED
Selasa, 15 Agustus 2023 | 05:30 WIB
Bagikan
Dua Tahun Berlalu, Para Gadis Remaja Afghanistan Serukan Lebih Keras Hak Mereka atas Pendidikan

VISI.NEWS | NEW YORK - Dua tahun setelah otoritas de facto mengambil alih kekuasaan di Afghanistan dan melarang akses anak perempuan ke pendidikan menengah, Education Cannot Wait (ECW) – program pendanaan global PBB untuk layanan pendidikan dalam situasi darurat dan krisis berkepanjangan – meluncurkan kampanye #AfghanGirlsVoices.

Education Cannot Wait's new #AfghanGirlsVoices campaign features testimonies from Afghan girls whose lives have been abruptly upended by the ban imposed on their education. ©ECW Education Cannot Wait's new #AfghanGirlsVoices campaign features testimonies from Afghan girls whose lives have been abruptly upended by the ban imposed on their education. ©ECW Kampanye selama satu bulan ini, dikembangkan oleh ECW Global Champion Somaya Faruqi, mantan Kapten Afghan Girls' Robotic Team, dengan menampilkan kesaksian dari para remaja perempuan Afghanistan yang kehidupannya tiba-tiba berubah karena larangan tersebut, disampaikan dengan ilustrasi mencolok oleh artis wanita tanpa nama dari Afghanistan.

"Keberanian para gadis remaja di Afghanistan memberi saya kekuatan untuk menggunakan suara saya sendiri untuk memperkuat suara mereka ke dunia. Lebih mendesak dari sebelumnya untuk bertindak sekarang, dan saya harap tahun depan, kita merayakan kebebasan mereka daripada penindasan mereka," kata Faruqi.

Menurut laporan ahli PBB baru-baru ini, situasi perempuan dan anak perempuan di Afghanistan adalah 'yang terburuk secara global' dan pembatasan sistematis atas hak asasi manusia dan diskriminasi parah yang mereka alami di bawah rezim de facto otoritas Taliban dapat menjadi "apartheid gender" dan "penganiayaan gender".

"Masyarakat internasional harus mendengar seruan ini dari para gadis Afghanistan dan bergerak dengan tujuan baru yang lebih kuat untuk mengutuk pelanggaran atas hak-hak mereka. Kerangka hukum internasional yang berlaku harus digunakan untuk melakukan tindakan hukum. Komunitas internasional juga harus segera memperluas dukungan untuk kursus online dan radio, serta meningkatkan sumber pendanaan untuk ECW dan mitranya demi meningkatkan kesempatan pendidikan bagi anak perempuan Afghanistan di dalam dan di luar negeri," kata Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan Global dan Ketua ECW's High-Level Steering Group, The Rt. Hon. Gordon Brown.

"ECW berkomitmen kuat untuk mengangkat dan memberdayakan suara-suara dari para gadis Afghanistan. Kami akan terus mengadvokasi dimulainya kembali hak mereka atas pendidikan sepenuhnya, dan bekerja dengan mitra kami untuk memberikan kesempatan belajar yang penting bagi anak-anak Afghanistan melalui program pendidikan berbasis masyarakat yang kami dukung," kata Direktur Eksekutif ECW Yasmine Sherif.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.