Dua Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di Sumatera Barat
Sambutan hangat atas kepastian pembukaan sekolah rakyat juga datang Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Ia bersyukur dua Sekolah Rakyat sekaligus akan dibuka di Sumbar.
"Dari 53 Sekolah Rakyat se-Indonesia yang mendapat pertama kali (di tahap awal). Alhamdulillah Sumbar masuk, ada di Kabupaten Solok dan di BBPPKS Padang. Mudah-mudahan Sekolah Rakyat dapat dibangun di seluruh kabupaten/ kota di Sumbar," katanya.
Selain program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, Mensos Gus Ipul dalam kesempatan ini juga menekankan pentingnya integrasi program Kemensos dengan program daerah, khususnya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Ia menyebutkan kordinasi akan diperkuat agar penyaluran bantuan sosial bisa lebih terarah dan terintegrasi.
"Tahun depan kita mencoba misalnya melakukan penyaluran (bantuan sosial) pada waktu yang hampir bersamaan, pemutakhiran data ini juga kita lakukan dengan seksama sehingga data kita makin akurat, diverifikasi setiap tiga bulan," katanya.
Gus Ipul juga menyoroti penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang menerima bantuan selama bertahun-tahun tanpa peningkatan status. Ke depan, penerima usia produktif akan dievaluasi setiap lima tahun, kecuali lansia dan penyandang disabilitas.
"Kita akan evaluasi supaya mereka tidak bergantung sama bansos. Mereka punya semangat naik kelas karena perlindungan dan jaminan sosial itu sifatnya sementara, untuk mendorong mereka naik kelas," kata Gus Ipul.
Dalam rangka mempercepat graduasi penerima manfaat, Kemensos menargetkan setiap pendamping sosial mendorong minimal 10 keluarga penerima manfaat (KPM) per tahun untuk keluar dari status penerima bantuan (graduasi). Dengan 33 ribu pendamping di seluruh Indonesia, Kemensos berharap 330 ribu keluarga bisa 'naik kelas' setiap tahun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!