Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dua Bupati Muda Bekasi Tersandung OTT KPK, Publik Soroti Pola Korupsi Berulang

ED
Jumat, 19 Desember 2025 | 09:04 WIB
Bagikan
Dua Bupati Muda Bekasi Tersandung OTT KPK, Publik Soroti Pola Korupsi Berulang

VISI.NEWS | BEKASI Kabupaten Bekasi kembali diguncang operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk kedua kalinya dalam rentang tujuh tahun, kepala daerah Bekasi harus berurusan dengan lembaga antirasuah. Setelah Neneng Hasanah Yasin pada 2018, kini giliran Bupati Bekasi periode 2024–2029, Ade Kuswara Kunang, yang ditangkap KPK.

Penangkapan Ade Kuswara pada Kamis (18/12/2025) menjadi sorotan tajam publik, bukan hanya karena statusnya sebagai kepala daerah aktif, tetapi juga karena usianya yang masih tergolong muda. Ade Kuswara baru berusia 32 tahun saat menjabat, menjadikannya salah satu bupati termuda di Indonesia.

KPK memastikan Ade Kuswara termasuk pihak yang diamankan dalam OTT di wilayah Kabupaten Bekasi. Total ada 10 orang yang ditangkap dalam operasi tersebut. Sejumlah ruangan, termasuk ruang kerja Bupati Bekasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, telah disegel penyidik.

“Benar, salah satunya (Bupati Bekasi). Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di KPK,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).

Ade Kuswara Kunang merupakan politikus PDI Perjuangan yang meniti karier dari bawah. Ia memulai langkah politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada 2019, sebelum akhirnya memenangkan Pilkada 2024 berpasangan dengan Asep Surya Atmaja. Lulusan President University itu sempat dipandang sebagai simbol regenerasi kepemimpinan daerah.

Namun, penangkapan tersebut justru memunculkan kekecewaan publik. Pasalnya, kasus ini mengulang catatan kelam kepemimpinan Kabupaten Bekasi yang sebelumnya juga dipimpin figur muda, Neneng Hasanah Yasin.

Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi periode 2017–2022, ditangkap KPK pada 2018 dalam kasus suap perizinan proyek. Ia tercatat sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Bekasi. Lahir di Karawang pada 23 Juli 1980, Neneng memiliki rekam jejak panjang di dunia politik, mulai dari anggota DPRD Jawa Barat periode 2009–2014 hingga memenangkan Pilkada Bekasi pada 2012 dan 2017.

Kesamaan nasib dua bupati muda tersebut memunculkan pertanyaan serius soal sistem pengawasan dan integritas penyelenggara pemerintahan daerah. Banyak pihak menilai, regenerasi kepemimpinan tidak otomatis menjamin bersihnya tata kelola jika tidak dibarengi pengawasan ketat dan komitmen antikorupsi.

Kini, publik Bekasi kembali menunggu proses hukum berjalan sembari berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.