Doni Salmanan Mulai Disidang, Para Korbannya Berharap Hukuman Maksimal

ED
Jumat, 5 Agustus 2022 | 04:07 WIB
Bagikan
Doni Salmanan Mulai Disidang, Para Korbannya Berharap Hukuman Maksimal

VISI.NEWS | BANDUNG - Terdakwa kasus penipuan platform Quotex (Aplikasi Investasi Bodong), Doni Salmanan, Kamis (4/8/22) mulai di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung.

Pantauan VISI.NEWS di sekitar depan gedung PN Bale Bandung, terdapat sejumlah karangan bunga serta sepanduk yang diduga dikirim dan dipasang oleh para korban investasi bodong.

Dalam sidang dakwan yang digelar secara online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Doni Salmanan telah melakukan penipuan ketika awal mulanya mendaftar menjadi afiliator platform Quotex pada Maret 2021.

"Quotex sendiri merupakan perusahaan platform broker dengan sistem binary option menyerupai trading, pada Maret 2021, terdakwa mendaftar sebagai member yakni King Salmanan," kata JPU dihadapan Majelis Hakim.

Selain mendaftar sebagai member, kemudiab terdakwa Doni juga mendaftar sebagai afiliator atau merupakan bentuk kerja sama dengan Quotex untuk mengajak dan mempromosikan Quotex kepada orang-orang.

"Kemudian menjadi afiliator agar bisa menarik member lain guna mendepositokan dananya, seterusnya doni mendapatkan link pendaftaran untuk kemudian diberikan ke member lain untuk membuat akun Quotex," ujarnya.

Mendaftar terdakwa menjadi afiliator, tidak lain agar bisa mendapatkan keuntungan dari setiap member baru yang berhasil diajaknya untuk mendepositokan dananya di platform Quotex.

"Dari sanalah awal mula terdakwa Doni bisa mendapatkan uang investasi yang besar dari para member yang diajaknya, seterusnya melakukan tindak pidana penipuan," sambungnya.

Sementara itu, suasana persidangan padat disaksikan oleh para korban Doni Salmanan dari berbagai daerah di Indonesia, para korban ini meminta agar Majelis Hakim menjerat terdakwa dengan hukuman yang maksimal.

"Selain hukuman yang maksimal, saya berharap agar pengadilan bisa memutuskan agar terdakwa Doni Salmanan bisa mengembalikan dananya," kata salah seorang mengaku korban berasal dari Jawa Timur.

Ketertarikan untuk ikut menjadi member King Salmanan karena, konten youtube yang dipublikasikan terdakwa membuat para korban tertarik untuk mendepositokan dananya ke Doni Salmanan.

"Di YouTube Doni tuh cerita pernah lost Rp 2 miliar, dua hari jual mobil bisa profit sampai Rp 4 miliar, dari situ, saya tertarik, kemudian saya coba terus ternyata habis semua," ungkapnya.

Terakhir para korban terdakwa doni berharap agar proses peradilan Doni Salmanan bisa cepat selesai dan selain menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya, para korban ini meminta agar dananya bisa kembali.

"Akibat perbuatan doni, banyak para korban doni yang saat ini serba hancur, usahanya hancur, keluarganya hancur, dan bahkan sangat kesulitan untuk bisa bangkit lagi," pungkasnya.@eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.