Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Donald Trump Kembali Masukkan Kuba ke Daftar Negara Sponsor Terorisme, Kuba Tanggapi Pedas

Desi Rossilawati
Selasa, 21 Januari 2025 | 21:50 WIB
Bagikan
Donald Trump Kembali Masukkan Kuba ke Daftar Negara Sponsor Terorisme, Kuba Tanggapi Pedas
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah kontroversial dengan mengembalikan Kuba ke dalam daftar negara pendukung terorisme pada Selasa (21/1/2025). Keputusan ini berbanding terbalik dengan kebijakan sebelumnya yang diambil oleh mantan Presiden Joe Biden, yang pada 14 Januari 2025 menghapus Kuba dari daftar tersebut. "Presiden Trump, dalam tindakan arogansi dan mengabaikan kebenaran, baru saja menerapkan kembali penetapan Kuba sebagai negara sponsor terorisme," tulis Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel di media sosial X, Selasa (21/1/2025). Díaz-Canel juga menegaskan bahwa tujuan di balik keputusan ini adalah untuk memperkuat blokade ekonomi yang menghantam Kuba demi kepentingan dominasi Amerika Serikat. "Ini tidak mengejutkan. Tujuannya adalah untuk terus memperkuat perang ekonomi yang kejam melawan Kuba demi tujuan dominasi," terusnya. Tanggapan serupa juga datang dari Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez, yang mengecam Trump dengan menyebutnya angkuh dan tidak jujur. Rodríguez menegaskan bahwa meskipun keputusan Trump berdampak buruk pada rakyat Kuba, itu tidak akan mengubah tekad mereka untuk melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. "Karena mabuk arogansi, Presiden Trump tanpa alasan memutuskan bahwa Kuba mensponsori terorisme. Dia tahu bahwa dia berbohong. Tekadnya adalah meningkatkan hukuman dan perang ekonomi terhadap keluarga Kuba. Memang akan merugikan, tapi tidak akan mematahkan tekad teguh masyarakat kita. Kami akan menang," tulis Rodriguez dalam postingan di X. Keputusan Trump untuk mengembalikan Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme dilakukan setelah ia resmi dilantik sebagai Presiden AS ke-47, membatalkan kebijakan yang diambil oleh Biden sebelumnya. Keputusan Biden pada bulan Januari menganggap bahwa Kuba tidak terlibat dalam mendukung gerakan terorisme internasional dalam enam bulan terakhir. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.