Dokter Koas Universitas Sriwijaya Dipukuli Rekan Kerja
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Desember 2024 | 09:30 WIB
VISI.NEWS | PALEMBANG - Seorang dokter koas dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Muhammad Luthfi, mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial DT, yang merupakan kerabat dan sopir dari rekan Luthfi sesama koas, berinisial LD.
Insiden kekerasan ini terjadi di sebuah tempat makan yang terletak di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (11/12/2024). Kasus ini mencuat ke permukaan setelah DT diperiksa di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pada Jumat (13/12/2024). Pengacara DT, Titis Rachmawati, menyatakan bahwa pihaknya sangat kooperatif dalam menyerahkan calon tersangka. "Memang dia melakukan suatu perbuatan yang sangat tidak dibenarkan secara hukum," ujar Titis dalam keterangan pers pada Jumat lalu. Kasus ini menarik perhatian publik, apalagi mengingat pelaku dan korban sama-sama berlatar belakang sebagai tenaga kesehatan yang sedang menjalani pendidikan. Titis menambahkan bahwa keluarga LD merasa bertanggung jawab dan meminta maaf kepada Luthfi atas tindakan DT. Meski begitu, mereka berharap insiden ini bisa diselesaikan dengan cara damai. "Kita akan upayakan mediasi dan akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan," tuturnya. Selain itu, pihak keluarga juga berencana untuk menemui dekan dan kepala program studi untuk membicarakan langkah terbaik agar situasi ini tidak berkembang lebih jauh. Lalu, apa yang menjadi pemicu dari penganiayaan ini? Titis menceritakan bahwa kejadian itu bermula dari pertemuan antara LD dan ibunya, LS, dengan Luthfi di tempat makan. Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas penjadwalan ulang piket LD di malam tahun baru. "Ibu LN melakukan komunikasi dengan korban, mungkin dia mengira anaknya (LD) tidak bisa berkomunikasi dengan sesama koas tersebut," jelasnya. Titis melanjutkan, LD ingin mengubah jadwal piket karena mengalami stres sebagai tenaga medis, yang dalam situasi ini belum sepenuhnya siap untuk terjun ke masyarakat. "Tingkat stres orang tidak bisa diukur, apalagi ketika baru diterjunkan. Ada sesuatu yang mungkin tidak diperlakukan dengan semestinya," tuturnya. Suasana pertemuan menjadi tegang saat Luthfi disebut-sebut tidak memberikan respons yang diharapkan terhadap permintaan ibu LD, sehingga memicu tindakan kekerasan tersebut. @berlinBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!