Dinkes Kota Sukabumi Bagikan 6.000 Masker
Pembagian masker oleh Dinkes Kota Sukabumi ke pengendara dan pejalan kaki di depan Balai Kota Sukabumi. /visi.news/andri somantri
VISI.NEWS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Jawa Barat, membagikan 6.000 masker kepada pengguna kendaraan dan pejalan kaki sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, pembagian masker dilakukan di tiga titik, yakni sekitar Kantor Dinkes Kota Sukabumi, depan Balai Kota Sukabumi, serta kawasan Bundaran Adipura. Ketiga lokasi tersebut merupakan kawasan yang ramai oleh aktivitas masyarakat.
"Ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, dalam hal ini Dinas Kesehatan, dengan adanya kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau, kita membagikan masker di tiga titik lokasi. Jadi kita hari ini membagikan 6.000 masker," ujar Ida.
Menurut Ida, abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena mengandung partikel silika yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada mata dan kulit, terutama bagi masyarakat yang memiliki kulit sensitif.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak hanya menggunakan masker, tetapi juga mengenakan pakaian lengan panjang dan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan.
Ida menyebut hingga saat ini Dinkes Kota Sukabumi belum menerima aduan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
"Kalau secara klinis, masyarakat misalnya ada yang mengadukan gejala seperti sesak atau apa, itu memang belum ada. Jadi kita lebih ke antisipatif, imbauan kepada seluruh warga untuk mencegah terjadinya hal-hal itu," katanya.
Ida juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat terjadi sebaran abu vulkanik. Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat diimbau menggunakan masker.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!