Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Salurkan 600 Paket Sembako untuk KWT

ED
Selasa, 27 Desember 2022 | 16:22 WIB
Bagikan
Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Salurkan 600 Paket Sembako untuk KWT

VISI.NEWS | BANDUNG - Sebanyak 600 paket sembako didistribusikan bagi kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di semua kecamatan di Kab. Bandung, Selasa (27/12/22), melalui Program Bantuan sosial bagi kelompok wanita tani (Boskita).

Dinas Pertanian menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada perwakilan KWT di Gedung Oryza Sativa Dinas Pertanian Kab. Bandung, Soreang.

Program Boskita merupakan tindaklanjut kebijakan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna dalam upaya pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Bandung dengan sasaran penerima para KWT.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Dr Ir A Tisna Umaran, M.P., pada kegiatan penyerahan bantuan sosial bagi kelompok wanita tani ini mengatakan bahwa kegiatan KWT ini harus mengarah pada aspek bisnis, sehingga KWT memiliki sifat kontinyuitas dan kemandirian. "Kalau tidak ada aspek bisnisnya, pasti ketergantungan ke pemerintah. Misalnya, disaat ada program kemudian dilaksanakan dan selesai," ujarnya.

Tetapi, imbuh Tisna, kalau ada unsur bisnis dan ekonominya, KWT kedepannya KWT dapat mensuplai produksi pertanian. "Saya akan mendorong agar KWT ada komunikasi dengan pengelola pasar tani. Jadi pasar tani mengambil produk hasil pertanian dari KWT," jelasnya.

Kemudian dari sisi anggaran, kata dia, secara stimulan pemerintah juga turut membantu. "Bantuan stimulan itu jija berbentuk bisnis atau ekonomi nanti bisa berlanjut. Apalagi kalau menguntungkan bagi KWT, sehingga akan diteruskan. Kalau tidak menguntungkan, tentunya akan bergantung pada kita," ungkapnya.

Tisna berharap kedepannya para KWT yang ada di Kabupaten Bandung bisa mandiri. "Mandiri dalam bidang bisnis," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan KWT memiliki peranan dalam hal penanganan stunting, lingkungan dan hal lainnya. "Dari sosial dan ekonominya, KWT harus terus berkembang dan ada kemandirian ekonomi dan organisasi," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Yayan Agustian, M.Si., mengatakan, distribusi bantuan sosial bagi KWT merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan launching bansos secara serentak yang dilaksanakan Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna di Gedong Budaya Soreang, Rabu (11/12/22).

"Saat ini sebanyak 600 paket sembako yang didistribusikan kepada para KWT yang ada di Kabupaten Bandung. Sebanyak 120 orang dari sejumlah KWT yang mewakili 600 orang turut hadir dalam penyerahan bansos tersebut," kata Yayan. Menurut Yayan, masing-masing KWT menerima 200 kg beras, 20 kg daging ayam segar, 10 kg telur dan 10 kg bawang merah.

Dikatakan Yayan, program bansos dengan sasaran KWT ini bertujuan membantu para petani dan peternak di Kabupaten Bandung. "Kita membeli hasil produksi pertanian dan peternakan mereka, kemudian dibagikan lagi secara gratis kepada KWT yang terdampak inflasi. Dengan harapan bisa meringankan KWT dengan adanya program bansos ini," katanya.

Yayan berharap program ini dapat pula mencegah stunting sebagaimana program Pemkab Bandung dalam upaya menurunkan angka stunting di Kab. Bandung. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.