Diguyur Hujan Seharian, Beberapa Wilayah di UEA dan Oman Dilanda Banjir Besar
VISI.NEWS | DUBAI, UEA - Tragedi memilukan terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dimana hujan terparah dalam 75 tahun terakhir telah menyebabkan banjir yang mengakibatkan kehilangan 20 nyawa. Menurut laporan terbaru, curah hujan yang mencapai lebih dari 80 mm dalam 24 jam telah melampaui rata-rata tahunan sekitar 100 mm. Kejadian ini sangat jarang terjadi di semenanjung Arab yang gersang ini dan terjadi secara berkala selama bulan-bulan musim dingin yang lebih sejuk.
Di negara tetangga, Oman, 18 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang. Pemerintah Oman telah mengumumkan korban tewas dan meminta warga untuk mengungsi ke tempat penampungan sementara. Pihak berwenang juga telah menurunkan aparat kepolisian dan tentara ke wilayah Ash Sharqiyah Utara yang terdampak paling besar oleh bencana ini.
Bandara internasional Dubai, yang merupakan hub bagi maskapai penerbangan jarak jauh Emirates, mengalami gangguan signifikan. Penerbangan di bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional ini terpaksa dihentikan.
Menurut ahli meteorologi, peningkatan curah hujan di UEA mungkin disebabkan oleh praktik "penyemaian awan", di mana pesawat kecil yang dioperasikan pemerintah melepaskan semburan garam ke awan yang berpotensi meningkatkan tingkat curah hujan.
Hujan deras juga dilaporkan menerjang Bahrain, Qatar, dan Arab Saudi, meskipun curah hujannya sangat signifikan di UEA. Kondisi ini telah menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan mengganggu kehidupan sehari-hari di kawasan tersebut.
Pemerintah setempat telah mengimbau warga untuk menjauhi daerah banjir dan mengikuti arahan dari otoritas terkait untuk keselamatan bersama.
Saat ini, upaya pemulihan sedang dilakukan dan pemerintah setempat berusaha keras untuk mengatasi dampak dari bencana ini.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!