Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026

Didik Rachbini Usulkan Pilkada Jalan Tengah untuk Tekan Politik Uang

Desi Rossilawati
Selasa, 30 Desember 2025 | 17:05 WIB
Bagikan
Didik Rachbini Usulkan Pilkada Jalan Tengah untuk Tekan Politik Uang

VISI.NEWS | JAKARTA - Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengusulkan konsep Pilkada Jalan Tengah sebagai alternatif pilkada langsung yang dinilai sarat politik uang dan biaya politik tinggi.

Pilkada Jalan Tengah menggunakan metode campuran dua tahap. Tahap pertama dilakukan melalui pemilu legislatif, di mana tiga calon anggota DPRD dengan suara terbanyak otomatis menjadi kandidat kepala daerah. Tahap kedua, DPRD memilih satu dari tiga kandidat tersebut sebagai gubernur, bupati, atau wali kota.

Menurut Didik, metode ini tetap menjaga kedaulatan rakyat karena kandidat berasal dari pilihan pemilih, sekaligus menghadirkan legitimasi berlapis untuk mengurangi praktik politik uang dan ketergantungan pada cukong.

“Pilkada langsung memicu biaya kampanye mahal dan praktik jual beli suara yang berujung korupsi setelah terpilih,” ujarnya.

Ia menilai metode campuran dapat menekan biaya politik karena tidak ada kampanye pilkada langsung, sehingga mengurangi dorongan “balik modal” pejabat terpilih.

Namun, Didik mengingatkan adanya risiko transaksi politik di DPRD. Karena itu, ia mengusulkan aturan ketat dalam undang-undang, seperti pemungutan suara DPRD yang terbuka dan disiarkan publik, larangan keras suap, sanksi pidana berat, serta pengawasan KPK, kejaksaan, dan masyarakat sipil.

“Jika integritas DPRD terjaga dan proses transparan, pilkada jalan tengah bisa menjadi solusi memperbaiki demokrasi lokal,” pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.