Di Tengah Ketegangan Global, Menlu Jepang, China, dan Korsel Bahas Stabilitas Kawasan
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | JEPANG - Para Menteri Luar Negeri dari Jepang, China, dan Korea Selatan (Korsel) bertemu di Tokyo pada Sabtu (22/3/2025) untuk membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan isu strategis lainnya. Pertemuan ini berlangsung di tengah ancaman tarif perdagangan dari Amerika Serikat yang berpotensi mengguncang kawasan Asia Timur.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari KTT trilateral yang langka antara ketiga negara pada Mei tahun lalu di Seoul. Meski sering terpecah oleh sengketa sejarah dan teritorial, ketiga negara sepakat untuk mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi.
Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, menekankan bahwa dunia saat ini berada dalam kondisi yang semakin kompleks dan bergejolak.
"Situasi internasional telah menjadi semakin parah, dan tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kita berada di titik balik dalam sejarah," ujarnya, seperti dikutip oleh AFP.
Ia menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, dialog dan kerja sama menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya untuk mengatasi perpecahan dan ketegangan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengingatkan bahwa tahun ini menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Menurutnya, refleksi yang tulus terhadap sejarah akan menjadi kunci dalam membangun masa depan yang lebih baik. Wang juga menekankan bahwa peningkatan kerja sama akan membantu negara-negara di kawasan untuk 'bersama-sama menghadapi risiko' serta meningkatkan 'saling pengertian' di antara masyarakat mereka.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tae-yul, menyebut bahwa kerja sama trilateral ini dapat mengirimkan pesan harapan kepada dunia. Ia juga berharap diskusi berlangsung terbuka dan jujur, terutama dalam membahas isu nuklir Korea Utara.
Dalam pertemuan sebelumnya di Seoul pada Mei, yang merupakan pembicaraan tingkat tinggi pertama antara ketiga negara dalam lima tahun terakhir, Jepang, China, dan Korsel sepakat untuk tetap berkomitmen terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea.
Seoul dan Tokyo selama ini memiliki sikap yang lebih tegas terhadap Korea Utara dibandingkan China, yang masih menjadi salah satu sekutu terpenting Pyongyang. Namun, dalam pertemuan kali ini, diharapkan ada langkah konkret yang dapat memperkuat stabilitas dan kerja sama di kawasan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!