Demo Buruh Sempat Ricuh Saat Aparat Berupaya Memukul Mundur Massa Aksi
Aksi mahasiswa sore itu merupakan lanjutan dari demonstrasi buruh yang digelar serentak di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, dan Medan. Para buruh menuntut kenaikan upah minimum, penghapusan sistem outsourcing, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
Sejumlah buruh perempuan bahkan terlihat duduk beralas aspal sambil makan bersama di tengah aksi. Dengan menu sederhana nasi, tempe, dan sayur, mereka menyuarakan ketimpangan kesejahteraan yang kontras dengan fasilitas mewah anggota DPR.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap DPR yang dianggap abai terhadap nasib buruh. Ia juga menyinggung janji Presiden Prabowo Subianto soal penghapusan outsourcing yang hingga kini belum terealisasi.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa penetapan upah minimum dilakukan berdasarkan kajian tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan buruh. Namun, ia enggan memastikan apakah formula kenaikan upah tahun depan akan sama dengan tahun ini.
Demonstrasi serentak di berbagai daerah berakhir dengan situasi beragam. Di beberapa kota, aksi berjalan damai, sementara di Jakarta, unjuk rasa di depan DPR diwarnai kericuhan yang meninggalkan catatan serius soal kebebasan berpendapat dan respons aparat terhadap aksi massa.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!