Deklarasi Pers 2026: Negara Harus Hadir Jaga Media dan Demokrasi
Oleh karena itu, pers pun harus kreatif dan inovatif. Salah satunya, tidak boleh menurunkan kualitas konten/produk jurnalisme. Pers tidak boleh ikut-ikutan latah membuat judul clickbait misalnya.
“Tetap dijaga kualitas kontennya. Karena itu adalah core dari jurnalisme,” kata Nezar.
Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, Prof Komaruddin Hidayat, mengungkit soal penyebaran informasi sangat cepat pada zaman ini. Walaupun, kata dia, terkadang 'terasa' sama, lantaran sumbernya sama. Layanan informasi dari mesin pencari seperti Google, sebagian diambil dari karya-karya tulis dan karya jurnalistik.
Sehingga, lanjut dia, ada berapa wartawan yang bekerja keras melakukan investigative report, eksklusif, tapi kemudian begitu masuk ke Google, orang lain dengan mudahnya meng-copy-paste. Oleh karena itu, lanjut dia, publisher right menjadi penting. Jika tidak, akan menurunkan semangat jurnalis untuk melakukan investigative report.
“Karena dia capek-capek kerja, tidak ada insentifnya, dan tidak ada royaltinya, dan ini negatif. Positifnya jangan tanya lah, saya hanya memberi catatan hal-hal yang ke depan perlu kerja sama yang baik, perlu dibicarakan bersama antara Pers dan Google, di samping UKW saya senang sekali, tapi juga ada beberapa agenda kerjasama yang perlu dibicarakan lebih lanjut. Salah satunya, kemungkinan bagaimana publisher right itu bisa dibicarakan, sehingga ada win-win solution bersama-sama, dan kemudian juga beberapa kerja sama yang lain,” ujar Komarudin dalam pidato utama di Forum GNI Update, Minggu (8/2/2026).
“Sehingga Google tetap berkembang, tapi dunia pers juga berkembang, riset keiluman juga berkembang, kerja sama ini perlu kita cepatkan bersama,” sambungnya.
Sementara, Head of News Partnerships Southeast Asia, Adeel Farhan, memaparkan visi regional GNI di Asia Tenggara. Ia menyoroti komitmen jangka panjang Google dalam mendukung inovasi media melalui program-program yang disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk Indonesia. Sesi dilanjutkan dengan paparan News Partner Manager Southeast Asia, Yos Kusuma, yang mengulas berbagai kemitraan strategis GNI di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!