Dedi Mulyadi Siapkan Program Barak Militer untuk Preman dan Pembuat Onar
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali meluncurkan kebijakan kontroversial dengan memperluas program pendidikan bela negara yang sebelumnya diperuntukkan bagi anak-anak, kini menyasar kalangan dewasa yang dianggap meresahkan masyarakat.
“Mudah-mudahan program militer untuk preman bulan Juni ini sudah mulai berjalan,” tegas Dedi dalam pernyataan video yang diunggah melalui media sosialnya pada Sabtu (10/5/2025).
Mulai Juni 2025, para preman, pemabuk, hingga pelaku gangguan terhadap pelaku usaha dan ketertiban umum akan diarahkan mengikuti program pembinaan di barak militer.
Dedi menegaskan pendekatan dua jalur. Bagi pelaku yang memenuhi unsur pidana, proses hukum tetap berjalan. Namun, bagi yang tidak masuk ranah pidana tetapi meresahkan, mereka akan dikirim ke barak militer untuk menjalani pelatihan kedisiplinan.
Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan kompensasi bagi keluarga peserta program. Mereka yang ditinggalkan akan diarahkan bekerja di sektor informal seperti buruh bangunan, petani, atau pekerja lingkungan, dengan upah yang ditanggung pemerintah daerah.
“Kemudian kami akan beri upah yang akan kami kirimkan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Dedi.
Dedi menyatakan bahwa perubahan sosial tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.
“Ini cara kami untuk selesaikan problem secara bertahap. Sabar semuanya. Problem Jabar tidak akan selesai hanya dalam waktu 2 atau 3 bulan. Kita perlu waktu,” katanya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!