Dedi Mulyadi: Idul Adha Momentum Tingkatkan Ketakwaan
Menurut Dedi, hal itu bertentangan dengan sifat Nabi Ibrahim AS.
"Hari ini yang terjadi antara ayah dan anak, adalah ayah mengikuti hawa nafsu anak. Anaknya ingin keluar malam diizinkan, ingin motor belum waktunya dibelikan. Bagi saya sikap seperti itu bertentangan dengan sifat Nabi Ibrahim AS," ujarnya.
Untuk itu Ia mengajak para orang tua agar tidak terus-terusan menuruti hawa nafsu anaknya.
Ia ingin peringatan Idul Adha menjadi momentum meningkatkan ketakwaan melalui peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Mari kepada seluruh orang tua, jangan terus-terusan mengikuti hawa nafsu anaknya. Peringatan kurban ini adalah peristiwa spirit kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS memberikan pendidikan dan pengorbanan putranya Nabi Ismail AS," ajaknya.
Dedi juga memaknai peringatan Idul Adha bukan hanya peristiwa memotong hewan kurban. Memotong anggaran pejabat pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas juga merupakan sikap yang harus dilakukan.
"Peristiwa Idulkurban bukan hanya peristiwa memotong sapi, tapi yang paling utama mari kita potong anggaran pejabat, berikan untuk pembangunan jalan, bangun rumah rakyat miskin, berikan juga untuk membangun jaminan kesehatan bagi masyarakatnya," katanya.
Memperbaiki jalan desa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!