Dedi Mulyadi Akui Rasakan Kekecewaan Publik, Ingatkan Jangan Anarkis
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku merasakan kekecewaan dan kemarahan masyarakat yang tersampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Jumat (29/8/2025) malam.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi menilai ekspresi publik yang muncul dalam bentuk demonstrasi merupakan cerminan keresahan atas kondisi saat ini.
"Saya memahami bahwa ada rasa kecewa, rasa benci, dan rasa jengkel pada diri sahabat-sahabatku semua sehingga seluruh kekecewaan itu dilampiaskan dengan berbagai ekspresi," kata Dedi Mulyadi, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Kendati demikian, Dedi Mulyadi berharap agar aksi demonstrasi yang dilakukan tidak merusak fasilitas umum bahkan sampai melakukan penjarahan.
Dedi Mulyadi juga tidak ingin pendemo menghancurkan bangunan bersejarah seperti Gedung Sate yang notabene harus dijaga oleh seluruh masyarakat Jabar.
"Tetapi saya berharap seluruh kekecewaan itu jangan dilampiaskan dengan melakukan perusakan fasilitas umum, menjarah, atau membakar gedung-gedung bersejarah," sambungnya.
Menurutnya, tindakan kekerasan hingga perusakan dalam aksi demonstrasi tidak ada manfaatnya dan hanya akan merugikan banyak pihak.
"Membuat kesulitan baru dan tidak menghargai sejarah bangsa ini yang kita jaga bersama," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!