Dede Farhan Gelorakan Optimalisasi Peran Generasi Muda Indonesia
VISI.NEWS | LANGKAT, SUMUT – Pemerhati Kepemimpinan Dede Farhan Aulawi menyatakan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan estafeta kepemimpinan Indonesia. “Siap tidak siap, mau tidak mau estafeta kepemimpinan pasti akan berjalan. Satu generasi akan diganti oleh generasi berikutnya merupakan sebuah fitrah,” ujarnya saat menjadi pembicara di Pondok Pesantren Ibadurrahman, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (2/12/2024). Ia menekankan pentingnya proses pendewasaan yang mengutamakan kepentingan nasional demi melahirkan generasi yang kompeten dan berintegritas.
Dede Farhan menambahkan bahwa di Indonesia, peran pemuda dalam pembangunan bangsa sudah terbukti sejak sejarah perjuangan kemerdekaan. Ia mengingatkan bahwa Deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting yang menunjukkan betapa besar peran pemuda dalam pergerakan bangsa. Semangat persatuan dan kemajuan bangsa yang dipelopori oleh pemuda pada masa itu, menurutnya, masih relevan untuk dijaga di era modern ini, khususnya di tengah derasnya disrupsi informasi.
“Pemuda adalah aset bangsa yang sangat mahal dan tidak ternilai,” tegas Dede Farhan. Generasi muda, menurutnya, adalah tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Dengan fisik yang kuat, pengetahuan yang up-to-date, serta tingkat kreativitas yang tinggi, pemuda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif. Tanpa peran mereka, sebuah bangsa akan kesulitan untuk berkembang.
Sebagai generasi penerus, Dede Farhan menyoroti beberapa peran penting yang dapat dilakukan oleh pemuda. Salah satunya adalah sebagai agen perubahan, di mana mereka berperan dalam mendukung perubahan-perubahan positif di lingkungan masyarakat. Perubahan ini, katanya, harus dilakukan secara inklusif, baik di tingkat nasional maupun lokal, agar Indonesia terus bergerak maju menghadapi tantangan zaman.
Selain sebagai agen perubahan, pemuda juga diharapkan berperan sebagai agen pembangunan. Tugas ini tidak hanya meliputi pembangunan fisik tetapi juga pengembangan potensi diri dan orang di sekitarnya. Dede Farhan menjelaskan bahwa untuk membangun bangsa yang maju, generasi muda harus mampu menjadi motivator ulung, membangkitkan semangat kolektif yang bisa mempercepat pencapaian tujuan pembangunan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!