Dede Farhan Aulawi Apresiasi Penyelenggaraan WWF ke-10 di Bali Berlangsung Aman dan Lancar
Menurutnya, penyelenggaraan WWF dilakukan setiap tiga tahun sekali dan telah berlangsung secara rutin sejak 1997. Isi kegiatannya bukan sekedar konferensi tetapi meliputi tiga tahun fase persiapan (preparatory phase), satu minggu acara (event phase), dan penyampaian hasil kegiatan (synthesis phase) dengan dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan aksi bersama (collective action). Misi WWF adalah menyediakan platform bagi semua pemangku kepentingan di bidang air untuk berdiskusi, berbagi ilmu dan pengalaman, serta menciptakan ide-ide konkret dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air yang lebih baik. Termasuk mendorong pemikiran yang inovatif dalam mengatasi isu dan permasalahan terkini dalam pengelolaan sumber daya air, meningkatkan komitmen juga aksi para pembuat kebijakan dalam pengelolaan serta pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan.
Apalagi, kata Dede Farhan, jika dilihat dari tema WWF ke-10 ini yang mengangkat tema “Water for Shared Prosperity" tentu sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Didalam forum ini juga mengangkat enam subtema, yaitu Water Security and Prosperity, Water for Humans and Nature, Disaster Risk Reduction and Management, Cooperation and Hydro-diplomacy, Sustainable Water Finance serta Knowledge and Innovation.
“Alhamdulillah, rapat para Menteri negara peserta World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Centre, untuk pertama kalinya sejak forum WWF digelar di Maroko pada 1997 menghasilkan deklarasi tingkat menteri, semoga memberikan kebermanfaatan bagi semua umat manusia terkait meningkatnya kebutuhan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Dari event seperti ini juga, pemda – pemda yang lain bisa belajar banyak hal dari Bali bagaimana menyiapkan semuanya dengan baik. Bukan sekedar infrastruktur fisik saja, tetapi juga infrastruktur sosial dimana masyarakatnya sangat menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal," pungkas Dede.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!