Dampak Negatif Marah Berlebihan pada Anak: Sebuah Penelitian Psikologis
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 17 Desember 2024 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Sebagai orangtua, sikap dan perilaku yang kita tunjukkan dalam sehari-hari mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan karakter anak. Salah satu kebiasaan yang sering kali menjadi sumber masalah adalah kebiasaan memarahi anak secara berlebihan. Menurut Psikolog Brawijaya Child and Women Clinic, Khamsha Noory, anak yang sering mendapat marah dapat meniru perilaku tersebut, berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang mudah marah. Namun, dampak tersebut tidak selalu seragam; beberapa anak bisa berperilaku sebaliknya, menjadi lebih lembek bahkan cenderung tidak jujur.
Khamsha menjelaskan bahwa anak yang sering dimarahi mungkin tidak memiliki pengalaman membela dirinya, terutama ketika menghadapi situasi sulit di lingkungan sekolah. Misalnya, ketika di-bully, anak yang terbiasa dimarahi di rumah cenderung hanya diam dan menerima perlakuan buruk, tanpa perlawanan. "Karena orangtuanya tidak memberikan kesempatan untuk membela diri, anak itu tidak memiliki pengalaman menghadapi konflik,"
Di samping itu, kebiasaan orangtua memarahi anak dapat memicu anak untuk menjadi pribadi yang suka berbohong. Banyak orangtua bertanya-tanya mengapa anaknya cenderung tidak jujur, meskipun mereka sendiri tidak mengajarkan kebohongan. Khamsha menjelaskan bahwa kebohongan sering kali berfungsi sebagai mekanisme pertahanan bagi anak. "Ketika kebutuhan anak tidak dipahami, mereka memilih untuk berbohong agar merasa lebih aman," tambahnya.
Anak seringkali merasa tertekan untuk menyampaikan kebutuhan atau perasaannya, terutama setelah mendapat respons marah dari orangtuanya. Ketakutan akan kemarahan orangtua ini membuat anak lebih memilih untuk menutupi kebutuhan yang sah dengan kebohongan. Misalnya, jika seorang anak berbagi sesuatu dan mendapat respons negatif, ia akan merasa bahwa kejujurannya hanya akan membawa masalah lebih lanjut.
Melihat dampak negatif dari perilaku memarahi anak, penting bagi orangtua untuk memahami cara berkomunikasi yang lebih positif dan membangun. Melalui pendekatan yang lebih mendukung, anak akan merasa lebih aman untuk mengekspresikan diri dan belajar bagaimana membela diri dengan baik. Dengan demikian, orangtua tidak hanya membentuk karakter positif pada anak, tetapi juga menciptakan lingkungan rumah yang lebih harmonis. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!