Dampak Konflik Timur Tengah, Zulfikar Hamonangan: Harga Pupuk Terancam Naik
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Zulfikar Hamonangan, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak konflik geopolitik global terhadap sektor pertanian nasional, terutama potensi kenaikan harga pupuk.
Menurut Zulfikar, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok energi serta bahan baku industri pupuk dunia.
“Ketika konflik geopolitik memanas, harga energi dan bahan baku pupuk biasanya ikut naik. Dampaknya langsung dirasakan petani karena biaya produksi meningkat,” kata Zulfikar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).
Legislator dari Partai Demokrat itu menilai kenaikan harga pupuk berisiko membuat petani menunda atau mengurangi masa tanam. Kondisi tersebut dapat menurunkan produksi dan memicu kenaikan harga pangan, termasuk sayur-sayuran.
Ia menambahkan, tekanan terhadap sektor pertanian juga dapat diperparah oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat ketidakstabilan geopolitik global.
“Jika harga energi naik, biaya produksi dan distribusi juga ikut meningkat. Sementara kemampuan subsidi pemerintah terbatas untuk menahan kenaikan tersebut,” ujarnya.
Selain faktor eksternal, Zulfikar menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku pupuk yang membuat sektor pertanian rentan terhadap gejolak pasar global.
“Selama kita masih bergantung pada impor bahan baku, setiap krisis global akan langsung berdampak pada sektor pertanian kita,” kata dia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!