Dadin Arif, "Tim bekerja maksimal untuk layanan terbaik bagi jemaah haji"
- Kelompok terbang (kloter) awal jemaah haji Indonesia tengah menjalankan rangkaian ibadah di Kota Madinah, Arab Saudi, di bawah cuaca cukup terik dengan penuh khidmat. Ustadz Muslihudin melaporkan langsung perjalanan ibadah haji tahun ini. Berikut laporannya.
VISI.NEWS | MEDINAH, ARAB SAUDI – Memasuki hari kelima pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Ketua Kloter KJT 07 asal Kabupaten Bandung, Dadin Arif M.S.Th.I, mengaku masih disibukkan dengan berbagai urusan teknis dan manajerial. Kesibukan yang begitu padat bahkan membuatnya sering kali telat makan karena harus mendahulukan kepentingan jemaah.
Sebagai Ketua Kloter, Dadin bertanggung jawab penuh dalam segala aspek perjalanan jemaah, sejak keberangkatan dari tanah air hingga proses pulang ke Indonesia nanti. “Semua teknis perjalanan sampai pelaksanaan ibadah harus kita pantau, termasuk memastikan jemaah dalam kondisi aman dan nyaman,” ujar Dadin saat ditemui di Medinah, Arab Saudi, Jumat (16/5/2025).
Dadin tidak sendiri dalam mengemban tanggung jawab besar tersebut. Ia bekerja sama erat dengan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH), serta Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD). “Secara manajerial, kita bahu membahu mengatur dan memenej seluruh rangkaian ibadah yang tahun ini mengalami sejumlah perubahan, terutama terkait masyarik di Arab Saudi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kerjasama tim sangat vital dalam menghadapi dinamika jemaah yang sangat beragam dari segi usia dan kesehatan. “Kondisi jemaah kita sangat bervariasi, ada yang lansia, ada yang memiliki penyakit bawaan. Itu jadi tantangan tersendiri dan menuntut kami untuk ekstra sabar dan ikhlas dalam melayani,” tambahnya.
Dadin juga mengimbau kepada seluruh keluarga jemaah di Indonesia agar senantiasa mendoakan dan memberikan motivasi terbaik. Ia mengingatkan bahwa sejak awal, Kementerian Agama telah menegaskan bahwa haji tahun ini memiliki banyak keterbatasan dan bersifat darurat. “Bayangkan saja segala sesuatunya harus disiapkan dengan kemungkinan terburuk, tapi tetap harus optimis dan penuh keikhlasan,” tuturnya.
Menurutnya, motivasi dari keluarga sangat penting dalam menjaga semangat para jemaah. “Untuk anak-anak, tolong beri semangat kepada orang tuanya yang sedang berjuang. Begitu juga untuk saudara-saudara lainnya, karena doa dan semangat keluarga itu adalah energi besar bagi para jemaah,” katanya penuh harap.
Lebih lanjut, Dadin mengingatkan bahwa para jemaah harus siap menghadapi berbagai kondisi di tanah suci. “Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tapi yang penting adalah kesiapan mental dan spiritual untuk menerima segala kondisi dengan ikhlas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan ibadah haji bukan hanya dinilai dari lancarnya proses, tetapi juga dari kesungguhan hati dalam menjalankan setiap rukun dan wajib haji. “Kita semua harus berusaha menjadi haji yang sukses, dan yang paling penting adalah berupaya sungguh-sungguh meraih predikat haji mabrur,” tegasnya.
Meski lelah dan sering lupa makan karena intensitas kegiatan yang tinggi, Dadin menyebut semua itu terbayar lunas dengan kebersamaan dan semangat para jemaah. “Ketika kita melihat jemaah tersenyum, sehat, dan khusyuk beribadah, itu sudah jadi kebahagiaan luar biasa bagi saya,” katanya.
Sebagai penutup, Dadin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan haji, terutama keluarga jemaah yang terus memberikan doa dan semangat. “Mohon terus doanya agar kami sehat, kuat, dan bisa menuntaskan amanah ini hingga akhir,” pungkasnya.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!