Dadang Naser Gelar Reses di Malakasari Dorong Kemandirian Pangan Lewat Kolaborasi Petani dan Babinsa
“Kita sudah mendengar langsung dari petani, alhamdulillah pupuk tersedia dan produksi lancar,” ujar politisi asal Kabupaten Bandung tersebut.
Lebih lanjut, Dadang menyampaikan bahwa di Kabupaten Bandung, produksi gabah telah mencapai target, dan dari laporan para petani tidak ada hambatan dalam distribusi pupuk.
“Kita sudah mendengar langsung dari petani, alhamdulillah pupuk tersedia dan produksi lancar,” ujar politisi asal Kabupaten Bandung tersebut.
Terkait harga hasil pertanian, Dadang mengakui adanya fluktuasi, namun menurutnya hal tersebut masih dalam batas rasional.
"Selama petani masih bisa menerima, tidak masalah. Tapi bila harga naik melebihi Rp150 ribu per kuintal, itu perlu ditindak karena sudah melampaui ambang yang ditetapkan. Pemerintah sudah memberikan spelling fee untuk distributor dan penjual," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan aspirasi petani Ciparay yang menginginkan jenis padi Pajajaran sebagai bibit utama.
“Padi jenis Pajajaran merupakan hasil kajian dari IPB, dan bulan depan kita akan siapkan kuantitas dan tonasenya agar produksi di Kabupaten Bandung makin meningkat dan surplus beras dapat terwujud,” ungkapnya.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata keterlibatan wakil rakyat dalam mendengar, merespons, dan menyampaikan solusi atas kebutuhan riil masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. @ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!