BMKG : Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi Seminggu ke Depan
VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.
Hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan, kemudian aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti MJO (Madden Jullian Oscillation) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin juga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Seperti dikutip dari Laman BMKG, Prakiraan Cuaca tanggal (09-15/10/2022).
Potensi Cuaca
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan Intensitas Sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk di wilayah sebagai berikut: 1. Aceh 2. Sumatra Utara 3. Kep. Riau 4. Riau 5. Kep. Bangka Belitung 6. Jambi 7. Bengkulu 8. Sumatra Selatan 9. Lampung 10. Banten 11. DKI Jakarta 12. Jawa Barat 13. Jawa Tengah 14. DI Yogyakarta 15. Jawa Timur 16. Bali 17. Nusa Tenggara Barat 18. Kalimantan Barat 19. Kalimantan Timur 20. Kalimantan Utara 21. Kalimantan Tengah 22. Kalimantan Selatan 23. Sulawesi Utara 24. Gorontalo 25. Sulawesi Tengah 26. Sulawesi Barat 27. Sulawesi Selatan 28. Sulawesi Tenggara 29. Maluku Utara 30. Maluku 31. Papua Barat 32. Papua
Pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan antara lain: 1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. 2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif. 3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. 4. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi). 5. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi. 6. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia, melalui : a). Website BMKG www.bmkg.go.id b). Akun media sosial @infobmkg c). Aplikasi iOS dan android "Info BMKG" d). Call center 196 BMKG e). atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. @Gustav
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!