Ciri-Ciri Peter Pan Syndrome dan Dampaknya pada Kehidupan Sosial
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 6 Februari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Peter Pan Syndrome mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi kenyataannya kondisi ini ada. Sindrom ini dinamakan berdasarkan karakter Peter Pan dari cerita yang terkenal, "Peter Pan, or The Boy Who Wouldn't Grow Up". Dalam cerita, Peter Pan adalah seorang anak yang tinggal di Neverland dan menolak untuk menjadi dewasa, selamanya terjebak dalam masa kanak-kanak tanpa tanggung jawab.
Peter Pan Syndrome adalah kondisi di mana seseorang yang sudah dewasa secara fisik, namun tetap menunjukkan ketidakmatangan psikologis, sosial, atau seksual. Penderita sindrom ini cenderung menghindari tanggung jawab dan bergantung pada orang lain, mirip dengan sikap anak-anak. Menurut psikoterapis Babita Spinelli, penderita sindrom ini adalah orang-orang yang "tidak ingin tumbuh dewasa."
Sindrom ini pertama kali diperkenalkan oleh Dan Kiley pada 1983 dalam bukunya yang berjudul Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grow Up, yang menggambarkan sindrom ini pada pria. Meskipun demikian, sindrom ini bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Meskipun bukan diagnosis medis resmi, Peter Pan Syndrome dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan seseorang.
Ciri-ciri orang dengan Peter Pan Syndrome antara lain adalah kesulitan dalam membuat rencana jangka panjang atau komitmen emosional, ketergantungan pada orang lain, serta kurangnya minat dalam pengembangan diri. Mereka juga sering merasa takut membuat keputusan atau menghindari konflik. Selain itu, pengaturan keuangan sering kali menjadi masalah, karena mereka tidak menganggapnya penting.
Sindrom ini menggambarkan seseorang yang tidak ingin menghadapi tanggung jawab dewasa dan memilih untuk tetap dalam zona nyaman yang tidak memerlukan pertumbuhan atau perubahan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!