China Bantah Menteri Pertahanan Dong Jun Diselidiki atas Dugaan Korupsi
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 29 November 2024 | 22:25 WIB
VISI.NEWS | CHINA - China menepis kabar yang menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Dong Jun tengah diselidiki atas dugaan korupsi. Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, menyebut rumor tersebut sebagai "rekayasa" dari pihak-pihak yang memiliki niat buruk. Wu mengungkapkan ketidakpuasan besar dari pihak China terhadap penyebaran fitnah seperti itu.
"Penyebar rumor berniat buruk. China menyatakan ketidakpuasan yang besar atas fitnah seperti itu," kata Wu Qian dalam konferensi pers, Kamis (28/11), seperti dikutip AFP.
Kabar tersebut awalnya beredar setelah Financial Times melaporkan bahwa Dong Jun, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat dan diangkat sebagai menteri pertahanan pada Desember 2023, sedang diselidiki. Laporan ini berasal dari pejabat pemerintahan dan mantan pejabat Amerika Serikat yang memahami situasi internal China.
Pernyataan ini muncul di tengah latar belakang pemberhentian beberapa pejabat tinggi militer China dalam beberapa bulan terakhir, termasuk mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu, yang dipecat karena kasus korupsi. Li Shangfu diikuti oleh Wei Fenghe, pendahulunya yang juga dipecat dengan alasan yang sama. Kedua pejabat tersebut disebut-sebut menerima suap dan melakukan tindakan korupsi yang merusak citra Partai Komunis China.
Partai Komunis China dalam pernyataannya pada saat itu mengatakan Li dan We "Mengkhianati kepercayaan partai dan Komisi Militer Pusat, dan secara serius mencemari lingkungan politik militer serta menyebabkan kerusakan besar pada citra para pemimpin seniornya."
Partai Komunis China telah meluncurkan kampanye antikorupsi besar-besaran yang juga menyasar kalangan militer. Kampanye ini mendapat pujian dari pendukung yang menilai bahwa upaya tersebut berfokus pada pemerintahan yang bersih. Namun, beberapa kritikus menganggap bahwa kampanye tersebut juga digunakan oleh Presiden Xi Jinping untuk membersihkan saingan politiknya. Sejak kampanye ini digulirkan, hampir 20 pejabat militer dan industri pertahanan telah dipecat karena terlibat dalam korupsi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!