Bupati Bandung Tinjau Lokasi Bencana di Kecamatan Ciparay dan Bojongsoang
"Saluran irigasi itu memang sudah puluhan tahun belum ada upaya pengerukan sedimentasi. Sebelumnya, endapan sedimentasi di saluran irigasi itu menyebabkan air meluap dan menggenangi lahan pertanian padi. Namun sekarang, setelah ada pengerjaan pengerukan sedimentasi, air tidak lagi meluap dan menggenangi lahan sawah. Aliran air pun kembali lancar, dan lahan pertanian padi pun bisa kembali ditanami padi," tutur Uka Suska.
Menurut Uka Suska, pengerjaan pengerukan saluran irigasi ini menggunakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Bandung. "Namun dalam proses pengerjaannya secara gotong royong atau swadaya masyarakat," ujar Uka Suska.
Seusai membuka pengerjaan pengerukan saluran irigasi, imbuh Uka Suska, Bupati Bandung langsung mengunjungi kawasan permukiman penduduk di Desa Tegalluar RW 07 Kec Bojongsoang yang terendam banjir dengan ketinggian 10-50 cm.
"Berdasarkan hasil assessment di lapangan, tercatat sebanyak 230 kepala keluarga terdampak genangan air tersebut. Termasuk di RT 07/RW 11 Desa Tegalluar juga terendam air dengan ketinggian 10-50 cm. Dengan jumlah rumah warga yang terendam air sebanyak 150 kepala keluarga," katanya.
Di lokasi banjir Desa Tegalluar tersebut, Bupati Bandung memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir.
"Warga yang terdampak genangan air ini disebabkan oleh permukaan lahan permukiman warga yang nyaris sejajar dengan lahan sawah. Disaat lahan sawah tergenang banjir, permukiman warga juga turut terdampak genangan air. Sebaliknya, jika lahan sawah kering, permukiman warga pun tidak terdampak genangan air," pungkasnya.@alfa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!