Bupati Bandung Tegaskan Jembatan Apung Tak Layak Digunakan, Dorong Realisasi Jembatan Permanen
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:46 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung kondisi jembatan apung yang menghubungkan Kampung Cijeruk di Kecamatan Bojongsoang dan Kampung Mekarsari di Kecamatan Baleendah, Sabtu (24/5/2025).
Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden patahnya bagian badan jembatan pada Jumat (23/5/2025) malam yang sempat viral di media sosial dan menyebabkan kepanikan warga.
Jembatan apung yang dimaksud diketahui merupakan fasilitas milik pribadi, dibangun oleh seorang warga dan telah dikomersilkan selama lima tahun terakhir dengan tarif Rp 2.000 per penyeberangan. Namun, fasilitas ini dinilai berisiko dan tidak layak digunakan, terlebih setelah insiden nyaris ambruk yang melibatkan pengguna kendaraan bermotor.
Bupati yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa jembatan apung tersebut tidak seharusnya digunakan, karena dibangun tanpa izin resmi dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Sejak awal, saya sudah menekankan, tidak boleh ada pihak perorangan atau perusahaan membangun infrastruktur publik seperti jembatan tanpa izin yang sah, apalagi kalau dikomersilkan. Hal ini sangat berisiko dan jelas membahayakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Kang DS menyebut bahwa Pemkab Bandung sebenarnya telah memiliki rencana pembangunan Jembatan Permanen Leuwi Balem sejak tahun 2016. Jembatan ini dirancang dalam Detail Engineering Design (DED) untuk dapat dilintasi kendaraan roda empat dan memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi warga.
“Pada 2018, kami sudah mengusulkan ke Pak Gubernur Jawa Barat saat itu dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dengan anggaran pembangunan jembatan senilai Rp50 miliar. Tapi sampai saat ini belum ada realiasasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kang DS mengatakan bahwa meskipun pembangunan jembatan ini secara kewenangan berada di tingkat provinsi dan BBWS Citarum, Pemkab Bandung siap ikut membiayai jika perlu dibagi dua.
“Kami siap saja anggarannya dibagi dua, asal pembangunannya pasti terealisasi. Alhamdulillah, setelah saya berkomunikasi langsung dengan Pak Gubernur KDM semalam, insyaAllah dalam waktu dekat jembatan permann Leuwi Balem akan kita realisasikan,” ungkap Kang DS
“Namun demi kepentingan masyarakat, kita tidak boleh saling menunggu. Yang utama adalah segera bergerak demi kesejahteraan warga,” tambahnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!