Bupati Bandung Resmikan Program SPAM di Kecamatan Kertasari
"Bisa juga dikerjasamakan dengan PDAM, supaya kedepannya tak jadi hambatan dalam pemeliharaan atau pengelolaan SPAM tersebut," ujarnya.
Mengingat ,bahwa air merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari, oleh karenanya Kang DS berpesan agar SPAM tersebut untuk terus dipelihara dan diperhatikan dalam kelangsungannya, dengan harapan masyarakat Kabupaten Bandung tetap sehat," jelasnya.
Menurutnya, untuk menjaga sumber air bersih, masyarakat juga diminta untuk melindungi hutan sebagai kawasan konservasi. "Kita berharap program SPAM ini memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat air merupakan kebutuhan pokok dan dasar masyarakat," ujarnya.
Ia pun menyebutkan, program SPAM yang ada di Desa Cikembang baru bisa melayani 15 rumah. Sedangkan potensi pelayanan 150 rumah."Saya minta awal Januari 2023 untuk diteruskan, supaya 150 rumah terlayani," tambahnya.
Dadang mengatakan, masih banyak yang membutuhkan pelayanan air bersih di Kabupaten Bandung, termasuk di Kecamatan Kertasari. "Namun dalam proses pengadaannya dilakukan secara bertahap, dan tahun depan akan dilanjutkan program SPAM ini saya berharap, program SPAM itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jangan sampai ada warga buang air besar di kebun. Seiring dengan adanya program SPAM ini, sejumlah pihak untuk menyiapkan septic tank. Diharapkan di setiap rumah ada toilet, untuk kebutuhan sanitasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Bandung H. Zeis Zultaqawa mengatakan, ada empat titik (SPAM), pelayanan dasar air bersih yang dibangun di dua desa di Kecamatan Kertasari itu.
"Dengan adanya pembangunan SPAM ini, masyarakat dimudahkan dalam mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan dasar hidup sehari-hari," ujar Zeis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!