Bupati Bandung : Disabilitas Punya Hak yang Sama
"Para orang tua yang memiliki anak perlu mendapatkan perhatian khusus, tak usah ragu-ragu dan gengsi untuk diikutsertakan pada kegiatan pendidikan. Apalagi di Cileunyi ini ada SLB Autisma Bunda Bening. Di yayasan ini ada plus terapinya, dan jarang diikuti SLB atau yayasan lainnya," tuturnya
Lebih lanjut, ia juga turut mengucapkan terima kasih kepada pihak yayasan pengelola SLB karena telah turut membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada warga dengan katagori disabilitas.
"Yayasan ini turut membantu program pemerintah. Ada hak-hak disabilitas, jadi pemerintah wajib memberikan sarana dan memberi perlakuan yang sama, baik pendidikan, kesehatan dan hal lainnya," ungkapnya.
Bupati Bandung menegaskan dirinya siap mendorong dan mensupport kelangsungan pendidikan di lingkungan SLB. "Pemerintah wajib mengakomodir anak-anak hebat tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Desa Emas Jawa Barat Dr Aris Mukti mengatakan, anak-anak disabilitas yang ada di lingkungan SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati di antaranya dari anak-anak keluarga tak mampu. "Ada juga anak yatim piatu, yang sempat tak diterima di sekolah lain," ujarnya.
Aris mengungkapkan di lingkungan SLB itu ada pusat pelatihan peternakan puyuh. "45 hari sudah bertelur. Anak anak autis bisa mandiri, apalagi yang normal," katanya.
Aris pun meminta bantuan kepada pemerintah terkait pelatihan dan pendidikan bagi para siswa SLB agar mereka bisa mandiri. "Jadi kenapa kita pilih ternak puyuh, karena puyuh usia 45 hari bisa bertelur dan tiap hari bertelur," ungkapnya.
Ia mengatakan dengan memiliki 1000 ekor puyuh, dalam sebulan bisa menghasilkan Rp 2,2 juta. "Dengan adanya donatur atau pinjaman tanpa bunga, otomatis mereka akan bisa langsung mandiri," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!