Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bung Karno dan Ende: Kisah Pengasingan yang Melahirkan Pancasila

Desi Rossilawati
Minggu, 1 Juni 2025 | 10:42 WIB
Bagikan
Bung Karno dan Ende: Kisah Pengasingan yang Melahirkan Pancasila

VISI.NEWS | BANDUNG - Kota Ende, di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama ini dikenal luas sebagai tempat pengasingan Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa dari kota inilah lahir dasar negara Indonesia, Pancasila, yang digagas oleh Bung Karno saat menjalani masa pengasingan dari 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938.

Ende, tempat lahirnya gagasan Pancasila

Dalam masa pengasingan tersebut, Bung Karno tidak hanya hidup dalam keterbatasan, tetapi justru menemukan ruang untuk merenung dan memperdalam pemikiran.

Bersama sang istri Inggit Garnasih, anak angkatnya Ratna Djuami dan Kartika, serta ibu mertuanya Ibu Amsi, Bung Karno mengisi waktunya dengan menulis, melukis, dan mempelajari pluralisme serta agama Islam secara mendalam.

Salah satu tempat favoritnya untuk merenung adalah sebuah taman yang teduh di bawah pohon sukun.

Dari renungan panjang di bawah pohon inilah lahir gagasan-gagasan besar yang kemudian dirumuskan menjadi lima sila dalam Pancasila, dasar negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, Kota Ende kini dikenal pula sebagai “Kota Pancasila”.

Taman Renungan Pancasila

Untuk mengenang momen bersejarah tersebut, taman tempat Bung Karno biasa merenung kini dikenal sebagai Taman Renungan Bung Karno atau Taman Renungan Pancasila.

Terletak di Kelurahan Rukun Lima, taman ini menampilkan patung Bung Karno sedang duduk di bawah pohon sukun sambil memandang ke arah laut.

Pohon yang ada saat ini bukanlah pohon asli, melainkan pohon pengganti yang ditanam pada tahun 1981, setelah pohon aslinya tumbang pada 1960.

Tak jauh dari taman ini, para wisatawan dapat mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno yang berada di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja.

Rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno selama empat tahun masa pengasingan ini masih terawat dengan baik. Di dalamnya terdapat berbagai benda peninggalan seperti ranjang, biola, peralatan masak, hingga lukisan karya Bung Karno sendiri.

Wisata alam dan budaya di Kota Ende

Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, Kota Ende juga menyimpan pesona alam dan budaya yang luar biasa.

Salah satu destinasi paling terkenal adalah Danau Kelimutu atau yang dikenal sebagai Danau Tiga Warna.

Terletak di kawasan Gunung Kelimutu, danau ini memiliki tiga kawah dengan warna air berbeda (biru, merah, dan putih) yang dapat berubah-ubah seiring waktu.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, masing-masing warna danau memiliki makna spiritual tersendiri.

Tidak jauh dari pusat kota, ada juga Pantai Mbu’u, yang menawarkan pasir hitam lembut dan panorama matahari terbit yang memukau dengan latar gunung dan laut yang eksotis.

Pantai ini menjadi tempat sempurna untuk menikmati ketenangan serta keindahan alam Kota Ende.

Bagi pencinta budaya, kunjungan ke Kampung Adat Wologai tidak boleh dilewatkan. Kampung ini dipercaya telah berdiri selama lebih dari 800 tahun.

Daya tariknya terletak pada rumah-rumah tradisional berbentuk kerucut dengan ukiran unik yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat Ende secara turun-temurun. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.