Buka Pop Up Store di Sarinah, PIP Bawa Produk Ultra Mikro ke Pasar

ED
Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:21 WIB
Bagikan
Buka Pop Up Store di Sarinah, PIP Bawa Produk Ultra Mikro ke Pasar

Ada pula produk kain perca dari Rehana Melodi yang merupakan produk ramah lingkungan yang memanfaatkan bukan saja kain sisa biasa, melainkan juga kain yang berasal dari bahan-bahan daur ulang seperti karung goni dan plastik bekas.

Meskipun dari bahan daur ulang, produk yang dibuat sangat baik kualitasnya. Dirancang dan dibuat sepenuh hati, kerajinan yang dihasilkan memikat dan penuh seni. Usaha mikro yang dapat diakses melalui akun IG @rehana_melodi ini tergabung dalam Komunitas Usaha Daur Ulang di Batu, Malang, Jawa Timur.

Selanjutnya, ada usaha mikro Red Soga yang memproduksi kain ramah lingkungan. Pewarnaan kain dari Red Soga diberi warna dan motif dengan metode ecoprint, yaitu menggunakan bahan-bahan alami seperti getah dari pohon dan daun. Warna dan motif dari kain ecoprint unik pada setiap kainnya, tidak ada warna dan motif yang sama persis antara satu kain dengan yang lain.

Dengan motif ala Red Soga yang artistik, kain ecoprint yang dihasilkan kian memikat, berkualitas tinggi, tahan lama dan ramah lingkungan. Usaha mikro ini dapat ditemui di IG @redsoga.ecoprint.

Produk lainnya berasal dari Tuku Kayu yang telah memproduksi alat-alat dapur dari kayu mahoni dan kayu pinus secara turun temurun. Seluruh produk di Tuku Kayu dihasilkan tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali dengan penuh perhatian pada kesempurnaan proses, menjadikannya ramah lingkungan. Alat makan Tuku Kayu juga praktis dibawa saat bepergian untuk menghindari penggunaan sendok plastik sekali pakai karena jauh lebih ringan dibandingkan dengan sendok stainless steel.

Masih tentang kain tenun, ada Elta Fashion dari Desa Troso, Jepara, yang menghadirkan fesyen menarik dan berkualitas dari kain tenun dengan motif tenun nusantara. Beberapa motif kain nusantara yang diproduksi oleh usaha mikro ini antara lain motif dari Jepara, Sumba, Nusa Tenggara dan Maumere.M Memberdayakan para pengrajin tenun di desa Troso, seluruh kain tenun sepenuhnya dibuat dengan tangan (handmade).

Selanjutnya, ada minyak kelapa dari Lengis Tandusan merupakan minyak yang diolah melalui proses tradisional dan berasal dari santan kelapa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.