Buka Pameran Seni Virtual, Anna Sungkar, "Ramalan Punahnya Kertas Tidak Terbukti"

ED
Jumat, 22 Juli 2022 | 15:21 WIB
Bagikan
Buka Pameran Seni Virtual, Anna Sungkar, "Ramalan Punahnya Kertas Tidak Terbukti"

VISI.NEWS | BANDUNG - Sebanyak 63 perempuan perupa mengikuti Pameran Seni Rupa Virtual “Perempuan Perupa di Bumi Kertas Nusantara 2022” belum lama ini di Jln. Rebana No. 10, Turangga, Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka datang dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

"Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap terselenggaranya pameran ini. Adapun karya-karya yang tampil dalam pameran ini hampir secara keseluruhan menyiasati kertas sebagai media dasar dalam berkarya," ungkap Dr. Anna Sungkar, M.Sn., yang membuka sekaligus memberikan sambutan secara virtual dalam pameran tersebut kepada VISI.NEWS, Jumat (22/7/2022).

Dari sana, kata Anna, kita dapat melihat banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang muncul dari pengolahan bahan kertas. Pameran ini juga ingin menunjukkan bahwa kertas yang dahulu pernah diramalkan akan musnah, pada kenyataannya tetap menjadi dasar dalam penciptaan karya seni rupa yang tidak ada habisnya. "Sehingga ramalan akan punahnya kertas nampaknya tidak terbukti. Hal ini dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi yang katanya serba online itu," ungkap Anna.

Sedikit merenung, katanya lebih lanjut, ternyata dalam perniagaan online tetap saja ada komponen dasar yang tidak online, yaitu armada transportasi yang mengantarkan barang sampai ke rumah. Adapun benda-benda yang dihantarkan itu menggunakan kardus dan kertas sebagai bahan pembungkus. Itulah sebabnya, dalam masa pandemi yang serba sulit ini, industri kardus, packaging, dan pembungkusan berbahan kertas justru berjaya.

"Demikian pula industri pulp yang mengolah kayu menjadi kertas terus meningkatkan kapasitas karena kebutuhan yang terus membesar. Karenanya, saya mulai meragukan kebenaran ramalan berakhirnya zaman kertas. Suatu nubuat yang sudah didengungkan oleh Alfin Toffler pada awal tahun 1970an dengan dua bukunya yang terkenal, “The Third Wave” dan “Future Schock”. Lima puluh tahun setelah kedua buku itu diterbitkan, produksi kertas terus bertambah, bukannya hilang," tandas perempuan yang cukup enerjik ini.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.