Buka Bedas Expo, Bupati Bandung Ungkap Komitmen Tinggi Pemkab untuk Sejahterakan Masyarakat
Kang DS kembali berharap melalui pelaksanaan Bandung Bedas Expo ini harus menjadi momentum strategis dan sarana yang tepat untuk masyarakat, pemerintah serta swasta dan media juga berkolaborasi agar bersama-sama mengimplementasikan yaitu membangkitkan daya saing daerah.
"Ini merupakan kesempatan kita guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan, kemakmuran wilayah dengan promosi dan potensi daerah, sehingga menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat kita. Selain itu menumbuhkan investasi daerah serta menjadi wahana strategis dalam berinteraksi bisnis secara langsung antara pengusaha, pembeli dan investor," katanya.
Ada 16.800 Produk UMKM
Kang DS juga turut menjelaskan bahwa di Kabupaten Bandung terdapat 16.800 produk UMKM. Untuk itu, Bupati Bandung sangat mendukung kegiatan yang berorientasi sosial ekonomi masyarakat tersebut. Seperti gelar produk UMKM, job fair, festival kuliner, dan colour run, musik festival, dan lain-lain. "Rangkaian kegiatan ini bukti kepedulian pemerintah, pihak swasta dan masyarakat Kabupaten Bandung mensyukuri nikmat. Kita berharap agenda ini menjadi kegiatan rutin," katanya. Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung akan mendorong digitalisasi UMKM serta mempermudah pengurusan izin UMKM dan koperasi . "Insya Allah, NIB (Nomor Induk Berusaha) kita tembus 60.000 para pelaku usaha baru," katanya.
Digulirkan Rp 70 Miliar
Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung, katanya, bahwa pihaknya mensuport yang sudah digulirkan sebesar Rp 70 miliar untuk program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. "Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung yang awalnya minus 1,87 persen, sekarang Desember 2022 meningkat menjadi 5,32 persen," katanya.
Kemudian, kata dia, angka pengangguran Kabupaten Bandung yang awalnya 8,52 persen, Desember 2022 menurun menjadi 6,98 persen. "Dan juga PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Bandung yang asalnya Rp 130 triliun, sekarang sudah mencapai Rp 142 triliun," jelas Kang DS. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Bandung meningkat, sebut Kang DS, yang asalnya 70,39 poin, saat ini sudah meningkat menjadi 73,26 poin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!