Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

BNPB Pastikan Alat Peringatan Dini Banjir Lahar Dingin Gunung Ibu Berfungsi Optimal

Desi Rossilawati
Rabu, 15 Januari 2025 | 17:36 WIB
Bagikan
BNPB Pastikan Alat Peringatan Dini Banjir Lahar Dingin Gunung Ibu Berfungsi Optimal

VISI.NEWS | JAKARTA - Sebanyak empat alat peringatan dini (Early Warning System/EWS) banjir lahar dingin Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, dipastikan berfungsi optimal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Total ada empat masing-masing sudah dilengkapi sensor getaran bagian lahar, sensor lidar, dan dipasang di empat lokasi aliran sungai yang berhulu dari Gunung Ibu," kata Direktur Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, dalam konferensi perkembangan kondisi terkini pasca-erupsi Gunung Ibu di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Ia menyebutkan, EWS yang lengkap dengan perangkat sensor getaran dan kamera pengawas (CCTV) itu menjadi andalan mitigasi banjir lahar dingin bagi masyarakat setempat, dan juga sudah bisa diakses secara real time oleh publik melalui laman BNPB.go.id/gunungibu.

Pihaknya menilai keberadaan alat tersebut efektif dalam membantu menginformasikan kepada masyarakat setempat bila ada peningkatan volume air yang bercampur dengan material lahar sisa endapan erupsi Gunung Ibu, maka mereka diarahkan untuk mengevakuasi diri.

"Termasuk kondisi saat ini seiring adanya peningkatan status aktivitas Gunung Ibu menjadi Awas dan adanya potensi hujan di puncak gunung api itu maka (alat) bisa menjadi tambahan informasi bagi tim Badan Geologi dalam memberi rekomendasi apa yang perlu dilakukan bagi masyarakat," imbuhnya.

Status aktivitas Gunung Ibu ditingkatkan dari sebelumnya Siaga, saat ini menjadi Awas atau level IV pada Rabu siang oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Peningkatan status tersebut dilakukan setelah tim Badan Geologi mendeteksi adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ibu yang signifikan pada periode (1-14/1/2025).

Petugas Pos pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Halmahera Barat, mencatat kejadian erupsi mencapai rata-rata 70 kejadian per hari. Pada periode Januari 2025 ketinggian kolom erupsi fluktuatif dan teramati gejala peningkatan tinggi kolom erupsi menjadi maksimal 4 kilometer dari atas puncak.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.