BMKG Ungkap Kemarau hingga Oktober, Ini Wilayah yang Masih Kering
Ilustrasi wilayah yang terdampak kekeringan./visi.news/spirits.
Sejumlah Wilayah Masih Mengalami Kekeringan
BMKG dan laporan lapangan menunjukkan sejumlah daerah masih menjadi prioritas karena mengalami kondisi kekeringan ekstrem.
"Kalimantan Barat terpantau ada kebakaran hutan atau lahan," jelas Guswanto.
Selain itu, debit Sungai Barito di Kalimantan Tengah dilaporkan menyusut drastis hingga berdampak terhadap transportasi dan pasokan air.
Kalimantan Timur juga termasuk daerah yang menjadi prioritas karena terdapat titik panas. Sementara itu, Papua Selatan mengalami curah hujan rendah sehingga memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan.
Untuk wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.
"Untuk Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, puncak kemarau terjadi pada Agustus–September dan hujan baru masuk Oktober–November," kata Guswanto.
Kemarau Berkaitan dengan El Nino
Guswanto menjelaskan kondisi kemarau tahun ini berkaitan dengan fenomena El Nino. Fenomena tersebut disebut memiliki intensitas sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027.
"El Nino menyebabkan berkurangnya suplai uap air ke atmosfer Indonesia, sehingga curah hujan lebih rendah dari normal," jelas Guswanto.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!