BMKG Ungkap Kemarau hingga Oktober, Ini Wilayah yang Masih Kering

Desi Rossilawati
Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Bagikan
BMKG Ungkap Kemarau hingga Oktober, Ini Wilayah yang Masih Kering

Ilustrasi wilayah yang terdampak kekeringan./visi.news/spirits.

Sejumlah Wilayah Masih Mengalami Kekeringan

BMKG dan laporan lapangan menunjukkan sejumlah daerah masih menjadi prioritas karena mengalami kondisi kekeringan ekstrem.

"Kalimantan Barat terpantau ada kebakaran hutan atau lahan," jelas Guswanto.

Selain itu, debit Sungai Barito di Kalimantan Tengah dilaporkan menyusut drastis hingga berdampak terhadap transportasi dan pasokan air.

Kalimantan Timur juga termasuk daerah yang menjadi prioritas karena terdapat titik panas. Sementara itu, Papua Selatan mengalami curah hujan rendah sehingga memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan.

Untuk wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

"Untuk Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, puncak kemarau terjadi pada Agustus–September dan hujan baru masuk Oktober–November," kata Guswanto.

Kemarau Berkaitan dengan El Nino

Guswanto menjelaskan kondisi kemarau tahun ini berkaitan dengan fenomena El Nino. Fenomena tersebut disebut memiliki intensitas sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

"El Nino menyebabkan berkurangnya suplai uap air ke atmosfer Indonesia, sehingga curah hujan lebih rendah dari normal," jelas Guswanto.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.