Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

BMKG Prediksi Cuaca Malam Pergantian Tahun 2025 Relatif Kondusif

Desi Rossilawati
Minggu, 29 Desember 2024 | 22:15 WIB
Bagikan
BMKG Prediksi Cuaca Malam Pergantian Tahun 2025 Relatif Kondusif

VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca pada malam pergantian tahun 2025 akan berlangsung dalam kondisi yang relatif aman.

"BMKG memprediksi bahwa kondisi cuaca pada malam pergantian tahun akan relatif kondusif tanpa indikasi potensi terjadi cuaca ekstrem," kata Ketua BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers virtual, Minggu (29/12/2024).

Menurut Dwikorita, potensi cuaca ekstrem menunjukkan tren penurunan dibandingkan dengan 10 hari pertama Desember. Perubahan ini terjadi karena bibit siklon sudah tidak lagi memasuki wilayah Indonesia.

"Penurunan ini disebabkan karena adanya bibit siklon juga pola tekanan rendah di laut Cina selatan yang menghambat aliran awan konvektif atau aliran seruak udara dingin dan monsun asia serta menghambat seruakan dingin lintas ekuator untuk memasuki wilayah Indonesia," jelasnya.

BMKG menjelaskan fenomena arak-arakan hujan dari Samudera Hindia sebelah barat Indonesia yang telah melintas Indonesia saat ini sudah berada di Samudera Pasifik. Sehingga cuaca hujan sudah tidak aktif lagi seperti sebelum-sebelumnya di Indonesia.

"Sehingga pembentukan atau peningkatan peningkatan awan hujan sudah tidak terjadi dari fenomena tersebut," katanya.

Faktor lainnya juga disebabkan suhu pada muka air laut di Indonesia yang sudah mulai mendingin, secara bervariasi di beberapa wilayah hingga dua derajat celsius. Hal ini pun menjadi perlambatan pembentukan awan hujan secara lokal.

"Kami merekomendasikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam pergantian tahun baru, insyallah akan lebih kondusif," ujarnya.

Namun demikian, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap terus memantau perkembangan perubahan cuaca lokal sebagai langkah antisipasi melalui aplikasi mobile Info BMKG. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.