Benarkah Sereal Sarapan Buruk untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli!
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 25 Februari 2025 | 01:20 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sereal adalah salah satu pilihan sarapan yang populer karena praktis dan mudah disajikan. Namun, menurut Dr. Mark Hyman, seorang pakar kesehatan dan penulis ternama, kebanyakan sereal justru tidak baik untuk tubuh. Ia bahkan menyebut sereal sebagai makanan penutup untuk sarapan karena kandungan gulanya yang tinggi serta bahan tambahan lain yang bisa berdampak negatif pada kesehatan.
Dr. Hyman menyoroti bahwa sebagian besar sereal mengandung gula dalam jumlah besar, pati olahan, pewarna buatan, hingga bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Konsumsi sereal seperti ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, gangguan metabolisme, dan kelelahan.
Banyak produk sereal yang dipasarkan sebagai makanan sehat, terutama untuk anak-anak, tetapi sebenarnya memiliki lebih banyak gula dibandingkan kandungan gizi yang bermanfaat. Contohnya, cornflake berlapis gula atau granola sering dianggap sebagai pilihan sehat, padahal kandungan lemak dan gulanya cukup tinggi.
Meski banyak sereal yang kurang sehat, penelitian juga menunjukkan bahwa sereal berbasis gandum utuh, oat, atau barley dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi pada tahun 2014 menemukan bahwa konsumsi sereal tinggi serat dapat membantu mengurangi risiko diabetes. Namun, studi lain yang membandingkan sereal manis dan tidak manis menyatakan bahwa tidak ada dampak signifikan pada berat badan atau lingkar pinggang akibat konsumsi sereal tersebut.
Kesimpulannya, jika ingin mengonsumsi sereal, pilihlah yang terbuat dari biji-bijian utuh tanpa tambahan gula berlebih agar tetap mendapatkan manfaat kesehatan tanpa efek negatif bagi tubuh. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!