Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

5 Keistimewaan Batik Ciwaringin, Warisan Cirebon yang Bangkit dari Ancaman Punah

Desi Rossilawati
Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:42 WIB
Bagikan
5 Keistimewaan Batik Ciwaringin, Warisan Cirebon yang Bangkit dari Ancaman Punah

Tahapan pembuatannya dimulai dengan menggambar pola menggunakan canting dan malam panas di atas kain mori. Setelah motif selesai, kain dicelupkan ke dalam larutan warna alami beberapa kali. Setiap pencelupan memerlukan waktu dan ketelitian tinggi agar warna meresap sempurna.

Teknik ini membuat setiap lembar kain memiliki karakter unik. Tidak ada dua hasil yang benar-benar identik karena prosesnya dilakukan secara manual. Inilah yang membuat Batik Ciwaringin memiliki nilai eksklusif di mata pecinta batik.

Masa Sulit dan Ancaman Kepunahan

Memasuki era industri modern, produksi batik printing yang lebih cepat dan murah mulai mendominasi pasar. Kondisi tersebut berdampak besar pada perajin tradisional. Permintaan menurun drastis sehingga banyak pembatik beralih profesi.

Pada masa itu, Batik Ciwaringin hampir kehilangan eksistensinya. Minimnya regenerasi dan keterbatasan pemasaran menjadi tantangan utama. Jika tidak ada upaya pelestarian, tradisi ini bisa saja hilang bersama para perajin senior yang menyimpannya.

Situasi tersebut menyadarkan berbagai pihak akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Pelestarian tidak hanya menyangkut produk akhir, tetapi juga pengetahuan teknik dan filosofi yang menyertainya.

Kebangkitan dan Dukungan Pemerintah

Upaya kebangkitan dimulai melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan promosi yang difasilitasi pemerintah daerah. Selain itu, pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia semakin memperkuat posisi Batik Ciwaringin sebagai aset budaya nasional.

Informasi mengenai pelestarian budaya dapat diakses melalui https://kebudayaan.kemdikbud.go.id, sementara profil wisata Jawa Barat tersedia di https://disparbud.jabarprov.go.id.

Dengan dukungan tersebut, para perajin kembali memperoleh semangat untuk memproduksi karya terbaik mereka. Pasar pun mulai terbuka kembali, terutama bagi konsumen yang menghargai produk ramah lingkungan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.