Banyak Temuan di Lapangan, Asep Romy Soroti Pengawasan yang Dilakukan BPOM
Asep mengapresiasi capaian kinerja BPOM sepanjang 2025 yang disebut mencapai 103,16 persen. Namun, ia menilai capaian tersebut belum sepenuhnya tercermin di lapangan.
“Capaian itu cukup baik, tapi kalau tidak dibarengi dengan publikasi, terutama di media sosial, seolah-olah tidak terlihat kerja nyatanya,†ujar Asep dalam RDP Komisi IX DPR RI bersama BPOM, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan temuan di daerah pemilihannya terkait distribusi produk makanan, khususnya roti dalam skala besar. Menurutnya, dalam praktik industri pangan, seharusnya terdapat produk sisa atau yang tidak layak edar (BS), namun hal tersebut tidak ditemukan sama sekali.
“Saya melihat langsung distribusi makanan sampai puluhan truk. Secara logika, pasti ada produk sisa, tapi ini tidak ada sama sekali. Ini perlu menjadi perhatian,†katanya.
Asep pun mempertanyakan apakah kondisi tersebut menunjukkan adanya celah dalam pengawasan atau justru praktik lain yang belum terungkap. Ia meminta penjelasan dari BPOM terkait mekanisme pengawasan yang dilakukan.
Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara BPOM dan Komisi IX DPR RI untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan. Hal ini, menurutnya, penting agar temuan anggota dewan dapat dikonfirmasi secara objektif.
“Kami ingin ada kerja sama untuk membuktikan bahwa apa yang kami temukan di lapangan juga menjadi perhatian bersama,†tegasnya.
RDP ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap mitra kerja pemerintah, khususnya dalam memastikan keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di masyarakat. Isu transparansi pengawasan dan publikasi kinerja pun menjadi sorotan utama dalam pembahasan kali ini. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!