Banjir Rob Rendam Muara Angke, Jakarta Utara, Akses Warga Terganggu
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Desember 2024 | 09:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA UTARA - Banjir rob kembali melanda Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (13/12/2024).
Ketinggian air rob dilaporkan mencapai 25 sentimeter pada pagi hari dan meningkat drastis menjadi 60-70 sentimeter pada siang hari. Kejadian ini bukanlah yang pertama di wilayah tersebut, yang sering terkena dampak banjir rob setiap kali fenomena bulan purnama terjadi, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menghambat mobilitas sehari-hari.
Banjir rob tidak hanya berdampak pada jalan raya, tetapi juga mengganggu aktivitas di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke. Kepala Satuan Laksana Lalu Lintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa, Andy Irham, mengkonfirmasi bahwa banjir rob sangat menghambat akses kunjungan ke pelabuhan.
"Kami sendiri sangat terhambat, bahkan kendaraan kami pun tidak bisa lewat," ungkap Andy, menunjukkan dampak signifikan pada operasional kapal milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang terpaksa tidak dapat beroperasi akibat kondisi tersebut.
Wilayah Muara Angke adalah salah satu dari sepuluh lokasi di Jakarta Utara yang rentan terhadap banjir rob, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam periode 11-20 Desember 2024, wilayah-wilayah seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, dan Marunda juga diprediksi akan mengalami kondisi serupa.
"Tiga titik yang benar-benar perlu penanganan cepat adalah Muara Angke, RE Martadinata, dan Marunda," jelas Kepala Seksi Draninase Sudin SDA Jakarta Utara, Yudo Widiatmoko.
Sebagai upaya untuk mengatasi dampak banjir rob, Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara berencana membangun sodetan di beberapa lokasi. Satu sodetan telah dibangun di RW 11 Muara Angke dan rencananya akan ada tambahan di RW 22. Namun, Yudo mengingatkan bahwa pembangunan sodetan saja tidak akan cukup untuk sepenuhnya mengatasi masalah ini.
"Sodetan hanya mempercepat penyerapan air rob menjadi enam jam, bukan solusi akhir. Kami berharap ada pembangunan tanggul laut agar lokasi-lokasi tersebut tidak lagi terendam banjir," harapnya.
Hingga saat ini, kondisi banjir rob di Muara Angke dan wilayah-wilayah sekitarnya menunjukkan perlunya tindakan cepat dan kebijakan yang tepat untuk mencegah kerugian lebih lanjut akibat bencana alam ini. Dengan harapan akan adanya pembangunan infrastruktur yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!