Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Banjir Luapan Sungai Rendam Sawah serta Jalan di Tegalbuleud Sukabumi

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:36 WIB
Bagikan
Banjir Luapan Sungai Rendam Sawah serta Jalan di Tegalbuleud Sukabumi
VISI.NEWS | SUKABUMI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Senin (11/8/2025) sore mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Ciparanje. Akibatnya, banjir merendam area pesawahan dan sejumlah ruas jalan desa, serta mengancam ratusan rumah warga. Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, menyatakan banjir mulai terjadi pada pukul 17.00 WIB. Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi terus menerus, diperparah oleh kondisi saluran sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan, menjadi pemicu utama terjadinya luapan air. "Akibat hujan deras yang terjadi terus menerus di tambah lagi dengan pendangkalan dan penyempitan di saluran sungai Ciparanje sehingga mengakibatkan saluran air sungai Ciparanje meluap dan merendam area sawah kurang lebih 500 hektar di Desa Buniasih dan Tegalbuleud," ujar Daeng dalam laporan tertulisnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa banjir juga merendam sejumlah ruas jalan desa yang berada di sekitar bantaran sungai. Ketinggian air dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa, serta mengancam sekitar 200 rumah warga. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi. Namun BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi cuaca masih belum stabil. Sebagai langkah penanganan awal, P2BK Tegalbuleud bersama perangkat desa, TAGANA, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan relawan telah melakukan assessment ke lokasi kejadian. Sementara itu, kebutuhan mendesak di lapangan antara lain pembangunan tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) serta normalisasi Sungai Ciparanje guna mencegah banjir susulan. Kerugian material akibat peristiwa ini masih dalam proses pendataan oleh tim terkait. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.