Banjir di Spanyol Ganggu Pasokan Jeruk ke Inggris
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 24 November 2024 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | INGGRIS - Pengecer dan pedagang grosir di Inggris terpaksa membeli jeruk dari Afrika Selatan dan Amerika Selatan lebih awal dari biasanya akibat banjir besar yang melanda wilayah timur Spanyol, yang menyebabkan gangguan pada panen dan pengiriman. Banjir ini terjadi di tengah musim panen utama di Spanyol, menyebabkan kerugian besar bagi para petani. Asosiasi pertanian terbesar di Spanyol, Asaja, memperkirakan kerusakan yang ditimbulkan mencapai lebih dari 1 miliar euro, mencakup lahan pertanian, infrastruktur, serta kendaraan dan mesin pertanian.
Menurut Jason Glass, Direktur Pelaksana All Greens, harga grosir jeruk langsung melonjak lebih dari 30 persen setelah banjir. Namun, harga ini mulai menurun seiring dengan pasokan dari belahan bumi selatan. Selain jeruk, buah kesemek juga mengalami kerusakan yang lebih parah. Meskipun ekspor jeruk Spanyol ke Prancis sudah kembali normal setelah protes petani Prancis, masalah logistik dalam negeri tetap menjadi hambatan besar karena banyaknya jalan pedesaan yang rusak akibat banjir, menghambat proses pemanenan dan pengiriman.
Cindy van Rijswick, seorang ahli strategi global Rabobank, menyatakan bahwa meskipun pasokan jeruk tahun ini sudah diprediksi akan lebih rendah dari rata-rata empat tahun terakhir, dampak banjir semakin memperburuk situasi. Namun, beberapa daerah di Spanyol yang lebih tinggi dan jauh dari Valencia masih dapat memanen jeruk. Gangguan pasokan ini menunjukkan betapa rentannya rantai distribusi makanan terhadap bencana alam, dan industri Inggris kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga pasokan produk segar di tengah ketegangan ini. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!