Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bangkok Hadapi Polusi Udara Terburuk Sejak 2020

Desi Rossilawati
Jumat, 24 Januari 2025 | 22:25 WIB
Bagikan
Bangkok Hadapi Polusi Udara Terburuk Sejak 2020
VISI.NEWS | BANGKOK - Sebanyak 352 sekolah di Bangkok, Thailand, ditutup pada Jumat (24/1/2025) akibat memburuknya kualitas udara. Menurut data IQAir, Bangkok menduduki peringkat ketujuh sebagai kota besar paling tercemar di dunia. Polusi udara di kota tersebut telah menjadi masalah musiman selama bertahun-tahun, terutama selama musim dingin ketika suhu rendah dan udara stagnan bercampur dengan asap kendaraan dan pembakaran sisa tanaman. Tingkat polutan PM2.5, mikropartikel berbahaya yang dapat masuk ke aliran darah, tercatat mencapai 108 mikrogram per meter kubik, jauh melebihi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan batas aman rata-rata 24 jam sebesar 15 mikrogram. Otoritas Bangkok telah meminta sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat PM2.5 tinggi untuk menutup operasional sementara dan mendorong warga bekerja dari rumah. Pada Kamis sebelumnya, lebih dari 250 sekolah telah ditutup dengan alasan serupa. Sebagai langkah penanggulangan, Menteri Dalam Negeri Thailand Anutin Charnvirakul memerintahkan larangan pembakaran jerami yang menjadi salah satu penyebab utama polusi. Sementara itu, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menyerukan kerja sama lebih besar, termasuk pembatasan pembangunan dan kolaborasi dengan negara-negara tetangga. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.