Bandung Siagakan 2.266 Petugas Kebersihan Selama Lebaran

Desi Rossilawati
Minggu, 22 Maret 2026 | 11:00 WIB
Bagikan
Bandung Siagakan 2.266 Petugas Kebersihan Selama Lebaran

VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengerahkan sedikitnya 2.266 personel kebersihan guna menjaga estetika dan kebersihan kota selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Ribuan petugas tersebut disebar di 263 titik pantau strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah akibat meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan skema khusus dalam pengelolaan sampah Lebaran tahun ini. Salah satu kebijakan utamanya adalah penghentian sementara operasional pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti selama tiga hari, yakni mulai H-1 hingga H+1 Idulfitri.

“Warga Kota Bandung diimbau untuk menahan sampah organik selama tiga hari, yakni H-1, Hari H, and H+1 Idulfitri, karena tidak ada pengangkutan ke TPA Sarimukti,” ujar Darto.

Meski pengangkutan ke TPA berhenti sejenak, DLH tetap menyiagakan petugas di lapangan dengan pembagian jadwal sebagai berikut, H-1 Lebaran sebanyak 926 petugasm, hari H Lebaran sebanyak 211 petugas, H+1 Lebaran sebanyak 640 petugas, dan H+2 Lebaran sebanyak 1.025 petugas.

Selain personel, ratusan armada pendukung seperti truk pengangkut, kendaraan operasional, hingga alat berat juga tetap disiagakan untuk memastikan penanganan sampah di pasar dan ruas jalan utama tetap berjalan optimal.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah sangat krusial. Menurutnya, pengerahan ribuan petugas tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan disiplin dari warga.

“Petugas kita ribuan, tapi tetap tidak akan cukup tanpa peran warga. Percuma kalau masyarakat tidak ikut mengurangi dan memilah sampah dari rumah,” ujar Farhan saat meninjau TPS di kawasan Pasar Kiaracondong.

Farhan mengajak warga untuk memisahkan sampah organik dan anorganik secara mandiri. Sampah plastik dapat disalurkan ke bank sampah, sementara sampah organik dikelola di tingkat rumah tangga guna mengurangi beban pembuangan akhir.

Selain masalah kebersihan, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian pada ketertiban di kawasan pasar. Di Pasar Kiaracondong, petugas melakukan penataan terhadap lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang meluber hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan.

"Selain memantau TPS, kami juga memastikan ketertiban di Pasar Kiaracondong. Beberapa pedagang yang berjualan hingga ke ruas jalan, kami minta memindahkan lapaknya, agar tidak menghalangi jalan," kata Farhan.

Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan akan terus melakukan pengawasan agar aktivitas ekonomi kerakyatan tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.

"Pak Camat dan unsur kewilayahan akan memonitor. Kami mendukung ekonomi kerakyatan, namun jangan sampai mengganggu jalan. Ketertiban tetap yang utama," tuturnya. @ffr

 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.